Deltanusantara.com – Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat berhasil mengungkap dan menjerat tersangka ujaran kebencian berinisial MAFPN alias “Resbob”. Jum’at (18/12/2025).
Pengungkapan ini berawal dari laporan polisi yang masuk pada 11 Desember 2025 tentang konten SARA yang menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat Sunda dan pendukung klub sepak bola Viking.
Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menjelaskan bahwa pada 10 Desember 2025 pelapor menemukan video 59 detik yang diunggah lewat akun TikTok @radarsumedang.
Baca Juga:
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
Dalam siaran langsung di akun @resbobbb, tersangka melontarkan kata‑kata kasar dan menghina kelompok Viking serta masyarakat Sunda, memicu kemarahan dan potensi permusuhan, “ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan, pada Kamis (17/12).
Irjen Pol. Rudi menuturkan, Penyidik Ditressiber Polda Jabar melakukan penyelidikan di wilayah hukum Jawa Barat, memanggil saksi dari Aliansi Sunda Ngahiji, pengurus Viking Pusat Club, admin media sosial, rekan streaming, serta ahli IT dan bahasa.
“Barang bukti yang disita meliputi laptop ASUS Vivobook 16X, iPhone 12 merah, kamera live streaming, serta akun YouTube, Instagram, dan TikTok milik tersangka,” jelasnya.
MAFPN disangkakan melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 dan/atau Pasal 34 jo Pasal 50 Undang‑Undang Nomor 1/2024 tentang Perubahan Kedua UU ITE.
Baca Juga:
Warga Panjalin Lor Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Sepak Bola
Polsek Pagaden Tangkap Remaja yang Posting Senjata Tajam untuk Ajakan Tawuran, Berikan Pembinaan
Siap Mudik Idul Fitri 2026? Polda Jabar Siapkan Hotline untuk Bantuan dan Informasi Lalu Lintas
“Ancaman hukumannya penjara 6‑10 tahun dan/atau denda hingga Rp10 miliar.
Polda Jawa Barat menegaskan komitmen tegas melawan ujaran kebencian di ruang digital yang dapat memecah persatuan. Masyarakat diimbau bijak bermedia sosial dan tidak mudah terpancing konten provokatif berisi SARA.***
Penulis : Moh Asep
Editor : Redaksi






