Menkeu Purbaya Siapkan Rp20 Triliun untuk Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan Masyarakat Miskin

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) seharusnya menjadi entitas sektor swasta.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) seharusnya menjadi entitas sektor swasta.

 

Deltanusantara.com – Pemerintah Indonesia berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk menghapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan masyarakat miskin pada tahun 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu. Kamis (23/10/2025).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dana tersebut akan difokuskan untuk menutup tunggakan peserta kelas mandiri yang telah masuk kategori tidak mampu, dengan batas pemutihan maksimal selama 24 bulan iuran.

“Anggaran ini menjadi bagian dari upaya reformasi jaminan kesehatan nasional agar lebih inklusif dan efisien,” ujar Purbaya. Melansir 24jamnews.com.

Baca Juga:  Pengadaan Motor Listrik untuk MBG Disorot, Pemerintah Pastikan Proyek Berlanjut

Purbaya menegaskan, penghapusan tunggakan tidak akan dilakukan tanpa perbaikan sistem di tubuh BPJS Kesehatan.

Pemerintah meminta lembaga tersebut meningkatkan efisiensi manajemen, terutama dalam penerapan teknologi informasi.

Ia mengkritik sistem lama yang dinilai kurang transparan dan sering menyebabkan klaim rumah sakit membengkak akibat pembelian alat kesehatan yang berlebihan.

“Reformasi sistem klaim berbasis IT akan menjadi kunci agar anggaran Rp20 triliun benar-benar berdampak dan tidak bocor,” tambahnya dalam konferensi pers.

Baca Juga:  Persyaratan dan Cara Mendaftar untuk Menjadi Pendamping Lokal Desa ( PLD) Berikut Ulasannya! 

Harapan Baru Bagi Peserta BPJS Kelas Mandiri Tidak Mampu

Program pemutihan ini mendapat sambutan positif dari sejumlah pengamat kebijakan publik.

Langkah ini akan meringankan beban ekonomi keluarga miskin yang tertunggak akibat pandemi dan inflasi.

Namun pengawasan implementasi harus ketat agar tidak terjadi moral hazard di tingkat peserta maupun lembaga pelaksana.

Pakar kebijakan sosial menekankan pentingnya sinkronisasi data antara BPJS, Bapanas, dan Dukcapil agar penyaluran program tepat sasaran.

Baca Juga:  Pengusutan Mantan Jubir KPK Febri dalam Dugaan Perintangan dan TTPU SLY Masih Terus Bergulir

Langkah Strategis Menuju Layanan Kesehatan Nasional yang Berkeadilan

Jika berjalan sesuai rencana, program penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan ini akan menjadi tonggak penting dalam pemerataan akses layanan kesehatan di Indonesia.

Dengan pendekatan berbasis teknologi, transparansi anggaran, dan manajemen terintegrasi, pemerintah berharap setiap warga tanpa terkecuali dapat menikmati manfaat jaminan kesehatan secara berkelanjutan.

Kebijakan ini bukan sekadar penghapusan utang, melainkan bagian dari visi besar reformasi sosial menuju sistem jaminan kesehatan nasional yang efisien, inklusif, dan berkeadilan.***

Penulis : Gr

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru