Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon, Bahas Kerja Sama Pertahanan di Tengah Isu Kedaulatan Udara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin,nkunjungan ini, muncul sorotan terkait isu kedaulatan Indonesia.

Kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin,nkunjungan ini, muncul sorotan terkait isu kedaulatan Indonesia.

 

DN.com – Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dijadwalkan mendapat sambutan resmi dari pemerintah Amerika Serikat dalam kunjungannya ke Pentagon. Selasa (14/4/2026).

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memimpin langsung upacara kehormatan sebelum pertemuan bilateral kedua negara digelar. Pada Senin (13/4).

Upacara penyambutan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 10.15 waktu setempat di area River Entrance Pentagon.

Menurut laporan resmi Pentagon, agenda ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam upaya memperkuat kerja sama di bidang pertahanan.

Baca Juga:  Langkah Polri Gelar Training Of Trainer untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Karakter Anggota

Setelah seremoni, kedua menteri akan melanjutkan dengan pertemuan tertutup guna membahas sejumlah isu penting.

“Sejumlah agenda diperkirakan mencakup kerja sama militer hingga dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik,” demikian keterangan resmi Pentagon.

Pihak Pentagon juga memberikan akses terbatas kepada media untuk meliput kegiatan tersebut.

Namun, hanya sejumlah jurnalis terpilih yang diperkenankan menyaksikan pernyataan pembuka karena keterbatasan ruang.

Baca Juga:  Transparansi BUMDes Disorot, Warga Diminta Aktif Awasi dan Laporkan Dugaan Penyimpangan

Selain itu, perangkat elektronik pribadi tidak diizinkan masuk ke dalam ruang pertemuan. Di tengah kunjungan ini, muncul sorotan terkait isu kedaulatan Indonesia.

Sebuah dokumen rahasia pertahanan Amerika Serikat mengungkap adanya rencana untuk memperoleh akses lintas udara tanpa batas (blanket overflight) bagi pesawat militer AS di wilayah udara Indonesia.

Proposal tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan operasional Washington di kawasan Indo-Pasifik.

Isu ini mencuat setelah pertemuan antara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan mantan Presiden AS, Donald Trump, di Washington pada Februari 2026.

Baca Juga:  Jelang Kedatangan Jemaah di Madinah, PPIH Arab Saudi Terus Meningkatkan Layanan, Khususnya di kawasan Masjid Nabawi

Berdasarkan unggahan akun X @New Direction AFRICA, Sjafrie Sjamsoeddin disebut akan menandatangani kesepakatan yang dinilai kontroversial tersebut dalam kunjungannya kali ini.

Rencana kesepakatan itu menuai kekhawatiran karena dinilai berpotensi memberikan keleluasaan lebih besar bagi militer Amerika Serikat dalam melakukan pergerakan udara di kawasan Indo-Pasifik.

Atas hal ini tentunya dikhawatirkan dapat mencederai kedaulatan wilayah udara Indonesia.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru