DN.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih akan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah sebesar 6% per tahun. Rabu (1/4/2026).
Hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan akses kredit murah dan terhindar dari rentenir serta pinjaman online (pinjol).
“Itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya tidak terjebak kepada praktik rentenir maupun pinjaman online,” ujar Ferry pada Senin (30/3/2026).
Menurut Ferry, skema pembiayaan akan disalurkan melalui unit lembaga keuangan ultra mikro yang berada di bawah naungan Kopdeskel Merah Putih.
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Terkait keberlanjutan program, pihaknya akan terus memantau kebutuhan likuiditas di setiap desa.
“Di setiap Koperasi Desa akan ada lembaga keuangan mikronya, dan kami akan melihat seberapa banyak kebutuhan pembiayaan keuangan mikro di desa tersebut,” imbuhnya.
Selain akses kredit murah, Kopdeskel Merah Putih juga berperan menyediakan barang kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau serta dapat menyerap hasil produksi masyarakat setempat.
“Hari ini kami di Kementerian Koperasi akan melaksanakan rapat pimpinan yang fokus membahas salah satu hal penting, yaitu menjadikan Kopdeskel sebagai offtaker atau penyerap hasil produk masyarakat desa,” tambah Ferry.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pernah menyoroti kondisi masyarakat yang kesulitan akibat sistem pembiayaan dengan bunga mahal, yang berbeda dengan fasilitas bunga rendah yang diberikan bagi kalangan mampu.
“Masa orang miskin dikenakan 1% sehari. Sekarang dengan Koperasi Merah Putih, kita akan siapkan kredit murah.
Saya tanya sekarang pun, mikro kredit ya 24%, orang miskin dikenakan 24%,” kata Prabowo seperti dikutip dari CNBC.
Melalui Kopdeskel Merah Putih, pemerintah akan memberikan akses kredit murah dengan bunga 6% per tahun. “Maaf ya, pengusaha besar konglomerat berapa persen? 7%, 8%, paling tinggi 9% atau 10%, bahkan katakanlah 12%.
Baca Juga:
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
Ya rakyat kecil 20% saya bilang tidak bisa, nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu. Kalau perlu 6% setahun,” ujarnya.***
Penulis : Redaksi






