DN.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih akan menawarkan pinjaman dengan bunga rendah sebesar 6% per tahun. Rabu (1/4/2026).
Hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan akses kredit murah dan terhindar dari rentenir serta pinjaman online (pinjol).
“Itu adalah untuk menjadikan alternatif bagi masyarakat supaya tidak terjebak kepada praktik rentenir maupun pinjaman online,” ujar Ferry pada Senin (30/3/2026).
Menurut Ferry, skema pembiayaan akan disalurkan melalui unit lembaga keuangan ultra mikro yang berada di bawah naungan Kopdeskel Merah Putih.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
Terkait keberlanjutan program, pihaknya akan terus memantau kebutuhan likuiditas di setiap desa.
“Di setiap Koperasi Desa akan ada lembaga keuangan mikronya, dan kami akan melihat seberapa banyak kebutuhan pembiayaan keuangan mikro di desa tersebut,” imbuhnya.
Selain akses kredit murah, Kopdeskel Merah Putih juga berperan menyediakan barang kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau serta dapat menyerap hasil produksi masyarakat setempat.
“Hari ini kami di Kementerian Koperasi akan melaksanakan rapat pimpinan yang fokus membahas salah satu hal penting, yaitu menjadikan Kopdeskel sebagai offtaker atau penyerap hasil produk masyarakat desa,” tambah Ferry.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pernah menyoroti kondisi masyarakat yang kesulitan akibat sistem pembiayaan dengan bunga mahal, yang berbeda dengan fasilitas bunga rendah yang diberikan bagi kalangan mampu.
“Masa orang miskin dikenakan 1% sehari. Sekarang dengan Koperasi Merah Putih, kita akan siapkan kredit murah.
Saya tanya sekarang pun, mikro kredit ya 24%, orang miskin dikenakan 24%,” kata Prabowo seperti dikutip dari CNBC.
Melalui Kopdeskel Merah Putih, pemerintah akan memberikan akses kredit murah dengan bunga 6% per tahun. “Maaf ya, pengusaha besar konglomerat berapa persen? 7%, 8%, paling tinggi 9% atau 10%, bahkan katakanlah 12%.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
Ya rakyat kecil 20% saya bilang tidak bisa, nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu. Kalau perlu 6% setahun,” ujarnya.***
Penulis : Redaksi






