DN.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,32 persen pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 4,95 persen.
Bahkan, pada kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat lebih tinggi, yakni sebesar 5,85 persen.
Beberapa capaian positif lainnya yang tercatat oleh BPS adalah:
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
Kemiskinan Turun
Angka kemiskinan Jawa Barat turun menjadi 6,78 persen, atau menurun 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 7,08 persen.
Pengangguran Turun
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat tercatat sebesar 6,66 persen, turun 0,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,75 persen.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Indeks Gini Membaik
Indeks Gini pada 2025 berada di angka 0,39, turun 0,03 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 0,42.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh stakeholder hingga tingkat bawah.
“Ucapan terima kasih ke semua stakeholder mulai dari RT RW, jajaran TNI Polri, bupati wali kota yang punya satu misi dalam membangun Jabar,” ujarnya.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
Dedi menilai, pertumbuhan ekonomi yang terjaga perlu diikuti dengan upaya pemerataan agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas.
“Pertumbuhan ini harus sejalan dengan perbaikan kesejahteraan. Karena itu, pemerintah daerah tetap fokus pada pengurangan kemiskinan dan pengangguran,” katanya. Jum’at (6/2/2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil di tengah dinamika nasional dan global.
Penguatan sektor industri, pertanian, dan ekonomi lokal menjadi fokus agar pertumbuhan tidak bergantung pada satu sektor saja.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat agar penurunan kemiskinan dan ketimpangan dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ucap Dedi.***
Penulis : Redaksi






