Deltanusantara.com – Bumi kembali menunjukkan fenomena tak biasa. Selama Juli dan Agustus 2025, rotasinya diperkirakan akan semakin cepat, sehingga durasi hari-hari pada periode tersebut menjadi lebih pendek dari biasanya.
Menurut pengamatan dari lembaga pemantau rotasi Bumi, IERS (International Earth Rotation and Reference Systems Service).
Pada 9 Juli 2025 diprediksi akan lebih pendek 1,30 milidetik dari panjang hari normal (86.400 detik).
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Sementara 22 Juli dan 5 Agustus masing-masing akan lebih pendek 1,38 dan 1,5 milidetik.
Fenomena percepatan rotasi Bumi ini bukan yang pertama kali terjadi. Sejak 2020, data mencatat adanya tren percepatan yang hingga kini belum sepenuhnya bisa dijelaskan.
Bahkan, pada tahun 2024, tercatat hari terpendek dalam sejarah modern, dengan durasi 1,66 milidetik lebih singkat dari standar waktu 24 jam.
Walau Bulan dikenal sebagai faktor utama yang menyebabkan perlambatan rotasi Bumi dalam jangka panjang, ia juga berpotensi mempercepat rotasi.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Ketika posisi Bulan lebih dekat ke ekuator Bumi, gaya tarik gravitasinya terhadap Bumi meningkat, sehingga memperlambat rotasi.
Sebaliknya, saat posisinya menjauh dari ekuator, pengaruh perlambatannya bisa berkurang, memungkinkan rotasi Bumi sedikit lebih cepat.
Aktivitas geologis seperti gempa bumi juga berperan dalam mempercepat rotasi Bumi. Contohnya, gempa besar yang terjadi di Jepang pada 2011 dilaporkan menggeser poros Bumi dan mempercepat rotasi hingga 1,8 mikrodetik.
Ppara peneliti terus melakukan pengamatan dan analisis terhadap fenomena ini, karena percepatan rotasi Bumi dalam beberapa tahun terakhir belum dapat dijelaskan sepenuhnya oleh model yang ada.***
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.
Penulis : Gerry
Sumber Berita : IERS






