Bupati Subang Dampingi Wamendag Lepas Ekspor Kopi, Reynaldy: “Ini Simbol Kemajuan Pertanian dan Perdagangan Subang”

- Jurnalis

Senin, 28 Juli 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Subang Kang Rey menyampaikan apresiasinya dan menilai ekspor ini bukan sekadar prestasi koperasi, melainkan simbol bahwa Subang siap menjadi pemain penting dalam peta ekspor komoditas unggulan.

Bupati Subang Kang Rey menyampaikan apresiasinya dan menilai ekspor ini bukan sekadar prestasi koperasi, melainkan simbol bahwa Subang siap menjadi pemain penting dalam peta ekspor komoditas unggulan.

 

Deltanusantara.com – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR,  mendampingi Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Komoditas Kopi ke Tiongkok.

Acara  berlangsung di Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) milik Koperasi Gunung Luhur Berkah, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Senin (28/7/2025).

Kegiatan ekspor tersebut menjadi momentum penting bagi Kabupaten Subang sebagai wujud konkret kemajuan sektor perdagangan dan pertanian berbasis koperasi.

Ketua Koperasi Gunung Luhur Berkah, Miftahudin Shaf, SH, mengungkapkan bahwa koperasi yang berdiri di desa kecil ini telah melakukan ekspor sejak 2019, dengan kapasitas lebih dari 1.000 ton kopi per tahun.

Dalam periode Agustus 2024 hingga Maret 2025, koperasi tersebut berhasil mengekspor 960 ton kopi ke berbagai negara, termasuk Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Lebanon, Vietnam, dan kini Tiongkok. Nilai ekspor yang dihasilkan mencapai 4,6 juta dolar AS.

“Di satu desa terpencil, badan usaha koperasi mampu menyumbangkan devisa yang tidak kecil. Dua tahun ke depan, kami menargetkan para petani kopi anggota koperasi memiliki penghasilan sebesar 15 ribu dolar AS per tahun,” ujar Miftahudin.

Sementara itu, Bupati Subang Kang Rey menyampaikan apresiasinya dan menilai ekspor ini bukan sekadar prestasi koperasi, melainkan simbol bahwa Subang siap menjadi pemain penting dalam peta ekspor komoditas unggulan.

“Ini sangat membanggakan. Ini bukan hanya capaian koperasi, tapi juga simbol kemajuan sektor perdagangan dan pertanian Kabupaten Subang,” ujar Kang Rey dalam sambutannya.

Ia meyakini bahwa Subang, yang saat ini dikenal sebagai lumbung padi peringkat ketiga nasional, juga berpeluang besar menjadikan kopi sebagai komoditas khas unggulan baru.

“Dengan berkembangnya produksi dan kualitas kopi, kita berharap Subang juga dikenal sebagai sentra kopi yang diperhitungkan,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil nyata kolaborasi antara Kementerian, Pemerintah Daerah, perbankan, koperasi, hingga para petani.

Ia menyebut sinergi inilah yang memungkinkan perluasan pasar ekspor produk-produk lokal.

“Kolaborasi dari berbagai pihak menghasilkan hal luar biasa. Kami yakin ekspor ini merupakan tahap awal dari perluasan pasar kopi Subang,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung ekspor, termasuk keberadaan Pelabuhan Patimban yang diproyeksikan aktif melayani ekspor-impor mulai tahun depan.

Menurutnya, ini harus dilihat sebagai peluang generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian tanpa gengsi.

“Insyaallah tahun depan, proses ekspor-impor bisa langsung dari Pelabuhan Patimban.

Kalau anak-anak muda kita tidak gengsi, sektor ini bisa menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan,” ujarnya optimistis.

keberhasilan Koperasi Gunung Luhur Berkah menjadi pemacu semangat bagi pelaku usaha lain di Subang untuk meningkatkan kualitas produk dan menjangkau pasar global.

“Ini pemacu semangat bagi pelaku usaha di Kabupaten Subang agar terus meningkatkan kualitas dan memperluas pasar,” harapnya.

Ditempat sama, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menyatakan bahwa keberhasilan ekspor ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Mandat Presiden adalah memastikan Indonesia betul-betul mengupayakan pencapaian visi Indonesia Emas 2045, dan ini salah satunya,” ungkapnya.

Senada dengan Kang Rey, Wamendag juga menekankan pentingnya gotong royong dalam pembangunan ekonomi.

Menurutnya, kolaborasi antar pihak mampu menciptakan efek domino dari level petani hingga pelaku industri.

“Dengan semangat gotong royong, kita bisa mewujudkan hal luar biasa yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peluang pasar ekspor yang semakin terbuka luas, termasuk tarif ekspor 0% ke Eropa dan peluang ekspansi ke Amerika Serikat, yang menurutnya merupakan hasil diplomasi langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Pak Presiden langsung mengupayakan negosiasi tarif ke Amerika, dan ini jadi angin segar bagi dunia usaha kita,” tuturnya.

Dyah Roro berharap pelepasan ekspor ini bukan yang terakhir. Ia menilai keberadaan SRG menjadi penggerak nyata pemberdayaan masyarakat.

SRG ini mampu memberdayakan masyarakat dan semua pihak yang terlibat. Ini bukan yang terakhir kalinya,” tutupnya.***

 

Editor : Gerry

Sumber Berita : Diskominfo

Berita Terkait

KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Mulai Juli 2026, Indonesia Setop Impor Solar Seiring Implementasi B50 Berbasis Sawit
Bareskrim Bongkar Impor HP Ilegal dari China, Sita Puluhan Ribu Unit Senilai Rp235 Miliar
KPK Telusuri Aset Tersangka Kasus RPTKA Kemnaker, Fokus Pemulihan Kerugian Negara
Menggabungkan Perencanaan dan Eksekusi: Ujian Besar Proyek Kereta Api Era Prabowo
Kabar Baik! Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Ini Rincian Besaran dan Ketentuannya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 06:55 WIB

KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader

Kamis, 23 April 2026 - 21:42 WIB

Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026

Selasa, 21 April 2026 - 21:38 WIB

Mulai Juli 2026, Indonesia Setop Impor Solar Seiring Implementasi B50 Berbasis Sawit

Selasa, 21 April 2026 - 21:13 WIB

Bareskrim Bongkar Impor HP Ilegal dari China, Sita Puluhan Ribu Unit Senilai Rp235 Miliar

Selasa, 21 April 2026 - 20:05 WIB

KPK Telusuri Aset Tersangka Kasus RPTKA Kemnaker, Fokus Pemulihan Kerugian Negara

Berita Terbaru

Bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada 1 Juli 2026.

Nasional

Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:42 WIB