DN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa cuaca panas yang sedang dialami sebagian besar masyarakat Indonesia bukanlah gelombang panas (heatwave).
“Fenomena yang terjadi saat ini bukan gelombang panas, melainkan peningkatan suhu udara,” ujar Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani. Rabu (18/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa kenaikan suhu masih dalam batas wajar karena Indonesia termasuk wilayah tropis.
Gelombang panas umumnya terjadi di wilayah subtropis dengan suhu sangat tinggi yang berlangsung beberapa hari berturut-turut.
“Sementara di Indonesia variasi suhu relatif kecil dan pembentukan awan serta hujan masih cukup sering terjadi,” ucap Andri.
Pada periode Maret hingga Mei, suhu udara cenderung terasa lebih panas, dipengaruhi oleh posisi matahari yang berada di sekitar ekuator, berkurangnya tutupan awan pada siang hari, serta angin yang relatif lemah sehingga pemanasan permukaan menjadi lebih optimal.
Di wilayah perkotaan, panas terasa lebih intens akibat fenomena urban heat island, yang membuat kawasan terbangun menyimpan panas lebih lama.
Menurut BMKG, kondisi cuaca panas pada siang hari diperkirakan masih berlangsung beberapa waktu ke depan, terutama saat tutupan awan berkurang. Namun, potensi hujan lokal masih dapat terjadi pada siang hingga sore hari.
“Masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi tubuh dengan cukup minum, mengurangi aktivitas di bawah sinar matahari pada siang hari, serta terus memantau informasi cuaca resmi karena kondisi atmosfer saat ini masih dinamis,” jelas dia.
Pada 12-15 Maret 2026, BMKG mencatat suhu tinggi di beberapa wilayah: Jawa Timur (35 derajat Celsius), Jawa Barat (37,2 derajat Celsius), Kalimantan (36,4 derajat Celsius), dan Banten (36,2 derajat Celsius).
Peningkatan suhu terjadi seiring dengan pergeseran distribusi hujan ke wilayah Indonesia bagian timur, sehingga beberapa wilayah lain memiliki tutupan awan lebih sedikit dan penerimaan radiasi matahari lebih optimal.
Hal ini ditandai oleh anomali Outgoing Longwave Radiation positif yang menunjukkan pertumbuhan awan minim, serta gerak semu tahunan matahari yang semakin mendekati ekuator.
Berdasarkan perkiraan 17-23 Maret 2026, cuaca Indonesia umumnya didominasi hujan ringan sampai sedang.
Beberapa provinsi perlu mengantisipasi hujan dengan intensitas sedang-lebat, antara lain Aceh, seluruh provinsi di Sumatera, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, seluruh provinsi di Kalimantan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.***
Penulis : Redaksi