Deltanusantara.com – Jawa Barat, salah satu provinsi di Indonesia, sedang berada dalam ancaman besar. Walhi Jawa Barat memperingatkan bahwa provinsi ini sangat rentan terhadap bencana alam, seperti tsunami, gunung berapi, banjir bandang, longsor, dan tanah amblas.
Salah satu pemicu bencana ini adalah kerusakan lingkungan yang semakin parah. Rabu (3/12/2025).
Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menyatakan bahwa upaya pencegahan, pemulihan, dan perbaikan lingkungan hampir tidak dilakukan oleh pemerintah.
Baca Juga:
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
“Bencana ekologis tersebut sangat mungkin bisa terjadi serupa di Jawa Barat, bahkan alam bisa lebih dari itu untuk mengingatkan kita semua,”ujaranya.
Data Walhi menunjukkan bahwa pada 2023, ada 54 izin usaha perusahaan tambang yang sudah habis, namun masih beroperasi.
Pada 2024, terdapat 176 titik kegiatan tambang ilegal di Jawa Barat. Selain itu, penyusutan tutupan hutan di Jawa Barat mencapai 43% dari total kawasan hutan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga mengakui bahwa kerusakan hutan di Jabar mencapai 80%. “Jawa Barat kondisi hutan yang betul-betul masih hutan kan 20 persen lagi. 80 persen kan dalam keadaan rusak,” katanya.
Baca Juga:
Warga Panjalin Lor Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Sepak Bola
Polsek Pagaden Tangkap Remaja yang Posting Senjata Tajam untuk Ajakan Tawuran, Berikan Pembinaan
Siap Mudik Idul Fitri 2026? Polda Jabar Siapkan Hotline untuk Bantuan dan Informasi Lalu Lintas
Walhi Jawa Barat mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan untuk mencegah dan memulihkan kerusakan lingkungan.
“Saat ini saja, lahan kritis 900 ribu hektare masih tidak direboisasi atau reforestasi dengan serius oleh pemerintah. Kita harus bertindak sekarang untuk mencegah bencana besar di Jawa Barat!,” tegasnya.***
Penulis : Redaksi






