Deltanusantara.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah telah menarik Rp 75 triliun dari total Rp 276 triliun dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Jumat (2/1/2026).
“Sekarang di bank ada Rp 201 triliun, yang Rp 75 triliun kita tarik tapi kita belanjakan lagi, jadi masuk ke sistem tapi enggak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi,” kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (31/12/2025) lalu.
Dana SAL tersebut sebelumnya dialokasikan ke lima bank milik negara (Himbara) dan satu bank pembangunan daerah (BPD) dengan rincian: Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing‑masing Rp 80 triliun; BTN Rp 25 triliun; BSI Rp 10 triliun; serta Bank DKI Rp 1 triliun.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Purbaya menjelaskan bahwa dana yang ditarik akan digunakan untuk belanja negara guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun ia mengakui bahwa penempatan dana tersebut belum berjalan secara optimal.
Berdasarkan data Bank Indonesia per Oktober 2025, kredit perbankan tumbuh 7,36 % year‑on‑year, dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan BI yang belum sepenuhnya sinkron.
“Kita tarik Rp 75 triliun dari SAL dan belanjakan kembali, sehingga uang tetap berada dalam sistem keuangan,”katanya.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Meski penempatan dana belum optimal, langkah ini penting untuk menjaga likuiditas dan mendukung program pembangunan pusat serta daerah,” Sambungnya.***
Editor : Gr






