Kemenko Pangan: Anggaran MBG Tidak Terserap Bakal Digunakan untuk Peremajaan Komoditas Perkebunan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggaran MBG Tidak Terserap Bakal Digunakan untuk Peremajaan Komoditas Perkebunan

Anggaran MBG Tidak Terserap Bakal Digunakan untuk Peremajaan Komoditas Perkebunan

 

Deltanusantara.com – Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengungkapkan rencana untuk mengalihkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak terserap untuk mendukung peremajaan komoditas perkebunan, seperti kelapa dan kakao. Kamis (23/10/2025).

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti, menjelaskan bahwa peta jalan peremajaan komoditas perkebunan akan tertuang dalam aturan baru yang sedang disusun.

Baca Juga:  HIPMI Minta Menkeu Purbaya Hindari Penarikan Dana Bank sebagai “Jalan Pintas” Pembiayaan Negara

Rencana Pengalihan Anggaran

Pengalihan anggaran ini diharapkan dapat mendukung pengembangan komoditas perkebunan yang optimal dan premium.

Namun, Widiastuti belum dapat memastikan apakah anggaran yang tidak terserap tersebut berasal dari pengembalian dana oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Realisasi Anggaran MBG

Sampai dengan 17 Oktober 2025, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp27 triliun.

Baca Juga:  Langkah Tegas Akan Dilakukan Kemendes PDT, Berkaitan dengan Penggunaan Dana Desa, Para Kades Wajib Tahu!

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, optimis bahwa anggaran MBG akan mencapai Rp71 triliun pada akhir tahun.

“Insyaallah ya, akhir tahun kita sudah Rp60 triliun lah, mungkin malah Rp71 triliun kita bisa capai,” ujaranya.

Dengan demikian, program MBG diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dukungan untuk Sektor Perkebunan

Baca Juga:  Ingin Mendaftar Menjadi Sub Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg, Begini Caranya!

Pengalihan anggaran untuk peremajaan komoditas perkebunan diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas komoditas tersebut.

Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani.***

 

Penulis : Gr

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru