Luhut Mendukung Gaya Koboi Menkeu Purbaya dalam Mengawasi Program MBG

- Jurnalis

Jumat, 26 September 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luhut Mendukung Gaya Koboi Menkeu Purbaya dalam Mengawasi Program MBG.

Luhut Mendukung Gaya Koboi Menkeu Purbaya dalam Mengawasi Program MBG.

 

Deltanusantara.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan mendukung gaya ‘koboi’ Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mengawasi makan bergizi gratis (MBG) hingga memberangus rokok ilegal.

Luhut menekankan MBG adalah program bagus, tapi pelaksanaannya di lapangan memang harus diawasi. Ia tidak mempermasalahkan gaya ‘koboi’ Purbaya yang cukup keras mengkritisi program tersebut.

“Tinggal pengelolaannya saja supaya (MBG) dilakukan dengan tertib. Pak Purbaya saya lihat, menteri keuangan, ingin terlibat langsung mengawasi supaya memastikan Rp171 triliun itu bisa turun ke bawah (masyarakat) dengan baik,” kata Luhut melansir hallo.Id.

 

“Menurut saya, yang penting tujuannya bagus, dalam konteks keadaan seperti sekarang memang harus cepat membuat keputusan.

Memang kalau cepat membuat keputusan untuk kepentingan orang banyak, rakyat, kenapa tidak? Menurut saya bagus,” tuturnya.

Menyoroti rokok ilegal Luhut mengomentari rencana Menkeu Purbaya memberangusnya.

Ia menyebut sang Bendahara Negara telah berkonsultasi dengannya dan jajaran Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Ia menegaskan DEN memang meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencermati potensi penerimaan yang hilang dari peredaran rokok ilegal tersebut.

“Potensi penerimaan besar sekali, jangan orang nanti lari ke penyelundupan. Saya kira Pak Purbaya sangat paham dan beliau saya lihat sudah mengambil langkah-langkah, ya kita dukung saja beliau,”ujarnya.

Luhut melihat mantan anak buahnya itu mampu menerjemahkan keinginan Presiden Prabowo Subianto.

Ruhut menilai tindakan Purbaya ditempuh demi pemerintahan yang lebih efisien dan lebih efektif. Luhut juga memuji data-data yang disajikan Purbaya selama ini.

“Dengan memastikan keinginan Presiden (Prabowo), anggaran ituh turun ke bawah sehingga perputaran uang di bawah itu jalan. Karena ujung-ujungnya harus ada dana (APBN) itu sampai di bawah (masyarakat),” tegas Luhut.

Menkeu Purbaya memang sempat mengancam Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana karena serapan anggaran MBG dirasa lambat.

Purbaya tak segan untuk memindahkan anggaran tersebut ke program lain, jika tidak terserap seluruhnya di 2025.

BGN sendiri mendapatkan pagu anggaran Rp71 triliun untuk menjalankan program MBG di 2025. Bahkan, Presiden Prabowo sudah menyiapkan tambahan anggaran Rp100 triliun untuk pelaksanaan program tersebut di tahun ini.

“Kalau di akhir Oktober (2025) kita bisa hitung dan antisipasi penyerapannya (anggaran MBG) hanya sekian, ya kita ambil juga uangnya.

Kita sebar ke tempat lain, untuk mengurangi defisit atau mengurangi utang. Pada dasarnya, gak ada uang nganggur yang di-earmark sampai akhir tahun,” kata Purbaya dalam Media Briefing di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).

“Kalau dia (Badan Gizi Nasional) bisa lebih cepat (menyerap anggaran MBG), ditambah lagi uangnya, tapi hitungan kita enggak mungkin kelihatannya (menyerap 100 persen anggaran Rp71 triliun).

Makanya, kita mau lihat dan kita perbaiki, kita bantu kalau bisa,” imbuhnya.

Purbaya juga berjanji bakal segera menindak penjual rokok ilegal di toko online. Purbaya tak ingin industri rokok tanah air mati karena serbuan barang-barang ilegal.***

Penulis : Gr

Berita Terkait

KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Mulai Juli 2026, Indonesia Setop Impor Solar Seiring Implementasi B50 Berbasis Sawit
Bareskrim Bongkar Impor HP Ilegal dari China, Sita Puluhan Ribu Unit Senilai Rp235 Miliar
KPK Telusuri Aset Tersangka Kasus RPTKA Kemnaker, Fokus Pemulihan Kerugian Negara
Menggabungkan Perencanaan dan Eksekusi: Ujian Besar Proyek Kereta Api Era Prabowo
Kabar Baik! Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Ini Rincian Besaran dan Ketentuannya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 06:55 WIB

KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader

Kamis, 23 April 2026 - 21:42 WIB

Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026

Selasa, 21 April 2026 - 21:38 WIB

Mulai Juli 2026, Indonesia Setop Impor Solar Seiring Implementasi B50 Berbasis Sawit

Selasa, 21 April 2026 - 21:13 WIB

Bareskrim Bongkar Impor HP Ilegal dari China, Sita Puluhan Ribu Unit Senilai Rp235 Miliar

Selasa, 21 April 2026 - 20:05 WIB

KPK Telusuri Aset Tersangka Kasus RPTKA Kemnaker, Fokus Pemulihan Kerugian Negara

Berita Terbaru

Bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada 1 Juli 2026.

Nasional

Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:42 WIB