Deltanusantara.com – Sebuah unggahan Video salah satu karyawan PT Gudang Garam menangis viral di media sosial. Mereka diduga baru saja menerima surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Senin (8/9/2025).
Video tersebut pertama kali diunggah akun @mdyXX pada Sabtu (6/9/2025) dengan keterangan singkat: “Momen perpisahan karyawan PT Gudang Garam yang kena PHK. Dunia kerja sedang tidak baik-baik saja.”
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari manajemen Gudang Garam. Namun, sorotan publik menguat setelah data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kinerja keuangan perusahaan raksasa rokok itu terjun bebas.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Sepanjang 2024, Gudang Garam hanya membukukan laba bersih Rp980,8 miliar, anjlok hingga 81,57 persen dibanding tahun sebelumnya yang menembus Rp5,32 triliun.
Penurunan daya beli masyarakat serta persaingan ketat industri rokok disebut menjadi faktor utama kejatuhan.
Di tengah badai bisnis tersebut, publik kembali menoleh pada sosok Susilo Wonowidjojo, pemilik sekaligus pewaris kerajaan Gudang Garam.
Siapa Susilo Wonowidjojo?
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Lahir di Kediri, 18 November 1956, Susilo merupakan generasi kedua keluarga pendiri Gudang Garam.
Ia anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Surya Wonowidjojo, pendiri pabrik kretek legendaris itu.
Sejak muda, Susilo sudah akrab dengan bisnis keluarga. Pada era 1970-an, ia aktif di operasional pabrik.
Di usia 20-an, ia dipercaya menjabat direktur dan mendorong modernisasi produksi dengan modernisasi produksi dengan mesin pelinting kretek.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Setelah wafatnya sang ayah pada 1985, kepemimpinan sempat dipegang kakaknya, Rahman Halim.
Namun sejak 2008, tongkat estafet beralih ke Susilo. la melakukan ekspansi besar, termasuk perluasan area produksi seluas 208 hektare di Jawa Timur pada 2013.
Tak hanya dikenal sebagai pengusaha, Susilo juga masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Forbes 2024 mencatat kekayaannya sekitar USD2,9 miliar, menempatkannya di jajaran 50 besar konglomerat negeri ini.
Namun kini, PT Gudang Garam mengalami krisis, hingga karyawan harus kehilangan pekerjaan, nama besar dan kekayaan Susilo kembali dipertanyakan publik.
Mampukah ia membawa Gudang Garam keluar dari krisis, atau justru membiarkan “kretek raksasa” gulung tikar perlahan ?.***
Penulis : Gr






