Deltanusantara.com – Sebuah unggahan Video salah satu karyawan PT Gudang Garam menangis viral di media sosial. Mereka diduga baru saja menerima surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Senin (8/9/2025).
Video tersebut pertama kali diunggah akun @mdyXX pada Sabtu (6/9/2025) dengan keterangan singkat: “Momen perpisahan karyawan PT Gudang Garam yang kena PHK. Dunia kerja sedang tidak baik-baik saja.”
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari manajemen Gudang Garam. Namun, sorotan publik menguat setelah data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kinerja keuangan perusahaan raksasa rokok itu terjun bebas.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
Sepanjang 2024, Gudang Garam hanya membukukan laba bersih Rp980,8 miliar, anjlok hingga 81,57 persen dibanding tahun sebelumnya yang menembus Rp5,32 triliun.
Penurunan daya beli masyarakat serta persaingan ketat industri rokok disebut menjadi faktor utama kejatuhan.
Di tengah badai bisnis tersebut, publik kembali menoleh pada sosok Susilo Wonowidjojo, pemilik sekaligus pewaris kerajaan Gudang Garam.
Siapa Susilo Wonowidjojo?
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Lahir di Kediri, 18 November 1956, Susilo merupakan generasi kedua keluarga pendiri Gudang Garam.
Ia anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Surya Wonowidjojo, pendiri pabrik kretek legendaris itu.
Sejak muda, Susilo sudah akrab dengan bisnis keluarga. Pada era 1970-an, ia aktif di operasional pabrik.
Di usia 20-an, ia dipercaya menjabat direktur dan mendorong modernisasi produksi dengan modernisasi produksi dengan mesin pelinting kretek.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
Setelah wafatnya sang ayah pada 1985, kepemimpinan sempat dipegang kakaknya, Rahman Halim.
Namun sejak 2008, tongkat estafet beralih ke Susilo. la melakukan ekspansi besar, termasuk perluasan area produksi seluas 208 hektare di Jawa Timur pada 2013.
Tak hanya dikenal sebagai pengusaha, Susilo juga masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Forbes 2024 mencatat kekayaannya sekitar USD2,9 miliar, menempatkannya di jajaran 50 besar konglomerat negeri ini.
Namun kini, PT Gudang Garam mengalami krisis, hingga karyawan harus kehilangan pekerjaan, nama besar dan kekayaan Susilo kembali dipertanyakan publik.
Mampukah ia membawa Gudang Garam keluar dari krisis, atau justru membiarkan “kretek raksasa” gulung tikar perlahan ?.***
Penulis : Gr






