Deltanusantara.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto tentang kegiatan Outing Class.
“Emang outing class harus ngendong Pak?” tanya Dedi Mulyadi. Selasa (12/8/2025)
Purwanto mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah berupaya menurunkan biaya pendidikan.”Kan kita setiap tahun membayar sekolah,” imbuhnya.
Baca Juga:
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
Dedi Mulyadi mengungkapkan, sekolah di Jawa Barat dibayar menggunankan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).
“Dana anggaran rehabilitasi sekolah, unit sekolah baru APBD-nya dikerahin untuk itu,” terangya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, dana untuk sekolah jumlahnya sangat besar.”Jumlah dari Rp31 triliun habis oleh Dinas Pendidikan sudah 12,4 triliun,” sebutnya.
Setelah pemerintah capek-capek, Dedi Mulyadi melanjutkan, mengeluarkan uang cukup banyak. “Bahkan saya mungkin banyak yang enggak suka sama saya,” ungkap Dedi.
Baca Juga:
Warga Panjalin Lor Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Sepak Bola
Polsek Pagaden Tangkap Remaja yang Posting Senjata Tajam untuk Ajakan Tawuran, Berikan Pembinaan
Siap Mudik Idul Fitri 2026? Polda Jabar Siapkan Hotline untuk Bantuan dan Informasi Lalu Lintas
Gubernur Jawa Barat juga memberlakukan banyak larangan di sekolah, hingga biaya pendidikan harus gratis.
“Enggak boleh beli LKS di sekolah, enggak boleh beli seragam di sekolah, enggak boleh beli buku di sekolah, enggak boleh, harus free,” tegasnya.
Namun, Dedi Mulyadi menilai, semua usaha tersebut tidak akan ada artinya.
“Kalau orang tuanya tiap hari ke anaknya ngasih buat motor-motoran, ngasih buat pulsanya gede, kemudian HP-nya kuotanya gede, HP-nya bermerek, pakai motor,” ujarnya.
Baca Juga:
DPRD HST Akan Panggil Seluruh SPPG Akibat Temuan Menu MBG Ramadhan Tak Layak
TPG Guru Madrasah Mulai Dicairkan Secara Bertahap Pekan Ini, 246 Ribu SKAKPT Sudah Diterbitkan
Tidak hanya itu, Gubernur Jawa Barat membeberkan, anak-anak juga diberi akses untuk balapan dan menghisap tembakau.
“Ya enggak ada arti subsidi, dibuang. Karena orang tuanya tetap mengeluarkan biaya besar,” ucapnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, tujuan banyak larangan dan aturan dilakukan untuk pendidikan.
“Jadi tujuan kita serba melarang, serba mengatur itu agar orang tua tidak mengeluarkan biaya yang besar untuk pendidikan anaknya,” tandas Gubernur Jawa Barat.***
Penulis : Gerry
Sumber Berita : KDM Channel






