Pembinaan Karakter Siswa SMP di Subang, Gubernur Jabar Dorong Pembinaan Karakter Siswa dan Kemandirian Pemerintah Daerah 

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Bupati Subang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, serta Komandan Lanud Suryadarma di saksikan Gubernur Jawa Barat.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Bupati Subang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, serta Komandan Lanud Suryadarma di saksikan Gubernur Jawa Barat.

 

Deltanusantara.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memimpin apel pagi di Halaman Kantor Bupati Subang, pada Senin (23/06/2025).

Apel tersebut menjadi momen dimulainya program pendidikan karakter dan bela negara bagi 50 siswa tingkat SMP di Kabupaten Subang, yang akan mengikuti pelatihan khusus di Lanud Suryadarma Kalijati.

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Peserta Didik dilakukan antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang dan Lanud Suryadarma Kalijati, serta disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti berbagai tantangan sosial dan moral yang tengah dihadapi bangsa Indonesia, khususnya terkait generasi muda.

Ia menilai bahwa generasi saat ini mulai kehilangan ikatan emosional dengan orang tua, akibat tingginya paparan gawai serta lemahnya pembinaan karakter sejak usia dini.

Baca Juga:  Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah Korban Terjun Payung di Perairan Teluk Pangelek, Pangandaran

Gubernur Jawa Barat juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap arah masa depan bangsa, jika pola asuh dalam keluarga dan manajemen pemerintahan tidak segera mengalami transformasi yang mendasar.

“Orang tua kehilangan keterikatan emosional dengan anak karena gawai. Di negeri ini, kekayaan alamnya luar biasa, tapi terlalu banyak disandarkan pada struktur dan anggaran.

Pemerintah daerah harus belajar dari institusi yang lebih disiplin seperti Lanud Suryadarma. Lihat bagaimana lingkungan Lanud bisa tertata rapi meski anggarannya tidak besar. Itu karena manajemen yang benar,” tuturnya.

Kang Dedi Mulyadi juga mengkritisi struktur birokrasi pemerintahan yang dinilai terlalu banyak menyerap anggaran untuk pembiayaan struktur dan honorarium.

Baca Juga:  Kiki Anggota DPRD Indramayu Turun Tangan Atasi Dampak Proyek BBWSCC yang Berujung Kecelakaan

Sementara para pekerja lapangan, seperti petugas kebersihan dan pengangkut sampah, justru kurang mendapatkan perhatian yang layak.

Ia menyebutkan negara-negara seperti Vietnam, yang secara berani memangkas birokrasi untuk mendorong pembangunan.

Kang Dedi Mulyadi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mencintai tempat kerjanya.

Bukan semata karena tunjangan yang diterima, tetapi karena tempat kerja merupakan ladang rezeki.

Dalam arti yang lebih luas, tempat kita untuk mengabdi, memberi manfaat, dan menebar kebaikan bagi masyarakat,” tandasnya.

Ia bahkan menyebut dirinya sebagai contoh nyata, di mana setiap hari ia turun langsung memunguti sampah tanpa memperhitungkan jabatan atau imbalan.

Semua dilakukan semata-mata karena dorongan tanggung jawab moral dan keinginan untuk memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga:  Minta Keadilan Gubernur Jabar, Paguyuban Pedagang UMKM Jalancagak Melakukan Aksi di Tugu Nanas

“Kalau tanah bisa berdo’a, mungkin sudah memohon agar manusia berhenti menyayat tubuhnya.

Penambangan liar, pembiaran moral yang rapuh, itu yang akan membuat generasi kita kehilangan masa depan.

Maka saya tidak ingin hanya menjadi pemimpin struktural. Saya terapkan pola kepemimpinan khusus, tidak bergantung APBD, tapi keberanian dan kolaborasi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berdialog dengan 50 siswa yang akan mengikuti program pendidikan karakter dan mengetahui latar belakang mereka, seperti tawuran, membolos sekolah, dan merokok.

Ia menekankan pentingnya kontrak moral antara sekolah dan orang tua, termasuk perlindungan hukum bagi guru dalam proses pembinaan dan pendidikan.***

Yuk! Baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.

Editor : Gerry

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru