Deltanusantara.com – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan alasan mengapa bantuan sosial (bansos) beras 10 kg dan beras murah Bulog belum disalurkan lagi oleh pemerintah.
Bansos atau bantuan pangan beras biasanya dikucurkan pemerintah sebagai bentuk intervensi dari mahalnya harga di pasar.
Begitu pula penyaluran beras murah Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) yang diproduksi Bulog. Sabtu (17/5/2025).
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
Amran mengungkapkan gabah di beberapa daerah justru masih di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yang dipatok Rp6.500 per kilogram.
Jika bansos dan SPHP disalurkan dianggap malah bakal menekan harga gabah serta beras di pasar.
“Harga (gabah) kami cek di lapangan bersama Bulog itu masih ada 40 persen di bawah HPP. Artinya apa? Ini harus diangkat.
Begitu kita keluarkan SPHP, terpukul lagi ini (harga gabah), turun,” jelasnya, dikutip Kamis (15/5).
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
“Kami cek kemarin 40 persen (daerah) di bawah HPP, yang berada pada garis HPP dan di bawah HPP itu totalnya 60 persen. Ini masih signifikan,
Ini harus kita angkat. Kalau perlu, di atas HPP semua. Kalau sudah di atas HPP semua, itu sudah top,” sambung Amran.
Mentan Amran mengatakan harga gabah turun seiring meningkatnya produksi beras. Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tetap berupaya agar HPP gabah di tingkat petani sesuai dengan aturan yang berlaku.
Per hari ini, Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat rata-rata gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sudah naik Rp31 atau 0,47 persen ke level Rp6.632 per kg secara nasional.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
Sedangkan gabah kering giling (GKG) di tingkat produsen turun Rp54 alias 0,70 persen menjadi Rp7.661 per kg.
Memang masih ada gabah di tingkat petani yang di bawah HPP, yakni di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp6.350 per kg. Sedangkan provinsi lainnya sudah sesuai HPP, bahkan bisa tembus Rp7.000 lebih untuk setiap gram gabah.
Untuk harga beras premium di penggilingan terpantau turun Rp34 atau 0,24 persen menjadi Rp13.910 per kg.
Di lain sisi, harga beras medium penggilingan dibanderol Rp12.637 per kg alias naik Rp45 dibandingkan hari sebelumnya.***
Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.
Penulis : Gerry






