Deltanusantara.com – Launching penanaman matoa di lingkungan pesantren Kabupaten Subang, lokasi penanaman di awali di Ponpes Anibras Kp. Cirangkong Kec Cijmbe Pimpinan KH. Anan Nurdin, Lc,MSi.
Aksi ini sebagai bentuk komitmennya dalam mengimplementasikan ekoteologi melalui gerakan penanaman satu juta pohon matoa program dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Gerakan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga untuk melestarikan alam dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Kamis (15/5/2025).
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Acara launching dihadiri Kabid. Pd. Pontren Kanwil Prov.Jabar, Kepala Kemenag Kabupaten Subang, Kasi Pd. Pontren Subang, Ketua FPP. Kabupaten Subang, Kapala KUA Cijambe, MUI Cijambe, DPC FKDT Kabupaten Subang serta para ketua FPP Kecamatan Sekabupaten Subang.
Semua Pimpinan Pesantren Sekabupaten Subang yang tidak bisa hadir mengikuti via Zoom.
Pada hari ini kami melakukan penambahan pohon matoa, gerakan penanaman satu juta pohon, dikalangan pondok pesantren yang di launching oleh Kabid Kemenag dilingkungan Ponpes Anibras Kp. Cirangkong Kec Cijmbe Pimpinan KH. Anan Nurdin, Lc, MSi,” kata Kepala Kementrian Agama Kabupaten Subang H. Badruzaman.,S.Ag,M.Pd.I
Terima kasih kepada semua yang terlibat dalam acara penanaman satu juta pohon, program dari Kementerian Agama (Kemenag) RI yaitu melalui asta protasnya.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif

Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi ponpes-ponpes khususnya yang ada di Kabupaten Subang umumnya di Nusantara,” ucapnya.
Kami mewakili ponpes-ponpes di Kabupaten Subang untuk mengikuti penanaman pohon Matoa, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan Ponpes dan masyarakat,” kata Ketua FPP Kabupaten Subang, Ahmad Sobari Al Fauzi,S.Pd.I,MM.Pd.
Gerakan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi kita semua untuk lebih peduli dengan lingkungan dan melestarikan alam.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Kita harus turut andil untuk menyukseskan seluruh program tersebut. Olehnya seluruh Ponpes kabupaten Subang harus berkontribusi nyata untuk menyukseskan hal ini,” kata H. Obar Sobari.
Pada bulan lalu, kita telah melakukan penanaman sejuta pohon sebagai bentuk kepedualian dan pelestarian pada lingkungan,” ungkapnya.
Gerakan penanaman satu juta pohon Matoa merupakan wujud nyata komitmen Kemenag dalam mengimplementasikan ekoteologi.
Sebuah paradigma yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian lingkungan,” tuturnya.
Menurut , Ketua FPP Kabupaten Subang, Ahmad Sobari Al Fauzi,S.Pd.I,MM.Pd, Pohon Matoa dipilih karena nilai ekologis, ekonomis, dan simbolisnya sebagai representasi keberagamaan hayati Indonesia.
Untuk melaksanakan gerakan ini, kita juga menjalin kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan keagamaan dan komunitas masyarakat.
Pada sebelumnya peluncuran gerakan penanaman sejuta pohon Matoa dilakukan bertepatan Peringatan Hari Bumi ke-55.
“Ini menjadi mementum untuk mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya Ponpes yang yang ada di kabupaten Subang untuk menjaga bumi sebagai amanah Allah.
Jadi mari kita dukung dan sukseskan bersama seluruh program priorotas yang telah dicetuskan oleh Menteri Agama RI,” tandasnya.***
Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.
Penulis : Gerry






