Deltanusantara.com – Masyarakat Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu khususnya yang letaknya berdekatan dengan banataran tanggul sungai Cimanuk mulai panik.
Hujan yang turun terus menerus mengakibatkan terjadinya longsor diarea tanggul.
Lokasi ini juga merupakan titik rawan. Pada tahun 2021 dilokasi ini tanggulnya longsor hingga air sungai Cimanuk meluap hingga rumah warga yang berada di Desa Bondan, Gunungsari Sukagumiwang, Tersana dan Desa Gedangan terendam, dampaknya, banyak tempat tinggalnya mengalami kerusakan yang sangat parah hingga kerugian material yang cukup besar.
Untuk mencegah hal serupa yang menjadi khawatiran masyarakat, anggota DPRI dari Fraksi Golkar Daniel Mutaqien Syafiuddin.ST dengan sigap merespon aduan dari masyarakat tersebut.
Daniel Mutaqien bersama BBWS Cimanuk Cisanggarung hadir memenuhi permohonan masyakarakat Desa Gedangan untuk merespon aduan tersebut.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Agenda pertemuan pun dilakukan dihadiri Anggota DPRI Daniel Mutaqien, BBWSCC, Forkopincam Sukagumiwang, Pemerintah Desa Gedangan serta tokoh masyarakat yang berlangsung di Aula Kantor Desa Gedangan. Senin 3 Maret 2025.
Dalam pertemuan tersebut Daniel Mutaqien menyatakan akan siap mendengarkan segala aspirasi masyarakat. Dengan langsung meninjau titik lokasi tanggul yang longsor.
Saat di lokasi. Ia menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan kewajiban sebagai anggota Dewan.
Daniel Mutaqien Syaifuddin atau kerap disapa Daniel merupakan anggota DPR Komisi V dapil Jawa Barat untuk periode 2024-2029.
Komisi ini bertanggung jawab atas bidang-bidang yang mencakup infrastruktur, transportasi, daerah tertinggal dan transmigrasi, meteorologi, klimatologi, dan geofisika, serta pencarian dan pertolongan.
Komisi ini juga bermitra dengan pihak BBWSCC dalam membenahi segala infrastruktur.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif

Pada kesempatan ini, saya merespon dengan cepat atas aduan masyarakat, dan pada hari ini, alhamdulillah bisa mendatangkan langsung alat berat.
“Ini sebagai langka awal untuk mengatasi dan mengantisipasi terjadinya longsor,” katanya.
Ditempat sama Kepala balai BBWSCC Agus menjelaskan, bahwa ada tiga teknik tahapan untuk mengantisipasi terjadinya longsor.
Diantaranya tahapan pertama dengan mendatangkan alat berat berfungsi untuk membenahi jalan yang terkena longsor, kedua di adakannya normalisasi dan yang ketiga baru tahapan permanen betonisasi.
Insya allah dari pelaksanaan tiga tahapan tadi dalam kurun waktu 4 bulan kedepan proses realisasinya akan permanennya,” jelasnya.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
“Terima kasih banyak kami sampaikan kepada Anggota Dewan DPRI Daniel Mutaqien Syafiuddin. ST beserta Pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung atas respon cepat dalam menanggapi keluhan masyarakat kami khusunya desa Gedangan,” ujar Kepala Desa Gedangan Jaelani
Warga kami sedikit tenang agar peristiwa 8 februari 2021 banjir bandang tidak terjadi lagi,”tuturnya.
Ucapan sama disampaikan salah satu tokoh masyarakat H.Sanusi, dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas respon cepat dalam menanggapi kekhawatiran masyarakat.***
Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di Google News.
Penulis : Dna Yaya
Editor : Gerry






