Deltanusantra.com – Lokasi proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Rancajawat Kecamatan Tukudana Kabupaten Indramayu dikunjungi anggota DPRD Fraksi PKB.
Kunjungannya tersebut menindaklanjuti keluhan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Kepala Desa Rancajawat. Minggu 9 Februari 2025.
Pasalnya pembangunan irigasi ini yang di kelolah Balai Besar Wilayah Sungai ( BBWS) dengan pelaksana proyek PT. Minatra, menimbulkan permasalan.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Hal ini banyak dikeluhkan masyarakat serta para petani khususnya Desa Rancajawat Kecamatan Tukudana Kabupaten Indramayu.
Saat dilokasi anggota DPRD Fraksi PKB Kiki Arindi, turut prihatin dengan melihat dampak pembangunan proyek BBWS tersebut.
Pantas saja warga masyarakat sangat kecewa, pelaksanaan proyek irigasi ini meninggalkan permasalahan,”katanya saat dilokasi Sabtu 8 Februari 2025.

Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Akses jalan ini tertimbun tanah bekas galian pembuatan irigasi yang tidak dibenahi kembali oleh pelaksana proyek serta bekas aktivitas pengerjaan proyek, jalan jadi rusak.
Terlebih pada saat musim penghujan jalan jadi becek dan berlumpur dari timbunan tanah membuat jalan ini susah untuk dilalui,”tuturnya.
Pembangunan irigasi pun terlihat asal-asalan pasalnya ada TPT yang tidak selesai, sehingga saat hujan jadi aliran air hingga banjir meluap.
Imbasnya, akses jalan para petani dan masyarakat ini, semakin parah, berlumpur, orang saja pasti terjebak dalam lumpur, apalagi kendaraan,”ucapnya.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Kiki menegaskan, harusnya pembangunan irigasi jangan sampai infrastuktur jalan, jadi rusak, hingga merugikan bagi masyarakat.
Hasil temuan hari ini, saya akan menyampaikan ke pihak BBWS agar segera ditanganin lebih lanjut, dan segera di proses perbaikan di tahun 2025,” tandasnya.
Diwaktu sama Kepala Desa Rancajawat Mamet.TH,S.SOS angkat bicara, kami sudah melayangkan protes kepada pihak yang bersangkutan, dalam hal ini pelaksana proyek,”ujar dia.
Kades pun mengungkapkan sering sekali terjadi kecelakaan yang dialami warga, dikarenakan terpaksa, tidak ada pilihan lain, jalan tersebut akses satu-satunya.
Lebih lanjut Kades Memet menyampaikan hal yang lebih miris dari itu, motor para petani hilang, karena parkir motornya jauh dari sawah garapannya.
Akses jalan petani ini tidak bisa di lalui dikarenakan hujan yang terus menerus hingga jalan tersebut menjadi lautan lumpur,”imbuhnya.
Kades Memet pun menekankan kepada BBWS dan pelaksana proyek PT. Minatra untuk segera memperbaiki akses jalan serta titik titik kerusakan lainnya yang terkena dampak proyek pembangunan BBWS.
Selain itu ia pun berharap agar yang bersangkutan merealisisasi janji telah dijanjikan dan disepakati bersama.
Salah warga Desa Rancajawat Kardana berharap agar perbaikan jalan pertanian segera dilaksanakan.
Ya, saya berharap agar perbaikan akses jalan ini segera dilakukan serta pihak BBWS menepati janji-janji yang lainnya,”ungkapnya.
Baca yu! artikel deltanusantra.com lainnya di Google News.
Penulis : Nda.yaya
Editor : Gerry






