DN.com – Pemerintah mempercepat proses restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan target penyelesaian pada tahun ini. Rabu (8/4/2026).
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan ekosistem perusahaan negara yang lebih sehat, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/4/).
Baca Juga:
Gaji ke-13 ASN Masih Dikaji, Menkeu: Belum Ada Keputusan Final
Bupati Subang Dukung Pengembangan Rebana, Siap Dorong Subang Jadi Pusat Industri
Prabowo Ambil Dua Langkah Strategis: Turunkan Biaya Haji dan Evaluasi Tambang Hutan
Dalam upaya tersebut, pemerintah juga melakukan konsolidasi di berbagai sektor strategis.
Salah satunya melalui penggabungan sejumlah perusahaan pengelola aset menjadi satu entitas yang lebih besar dan kompetitif.
Selain itu, di sektor logistik, sebanyak 15 perusahaan akan dilebur menjadi satu perusahaan logistik nasional.
Pemerintah turut mendorong penguatan sektor transportasi publik, khususnya perkeretaapian.
Baca Juga:
Polres Garut Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal di Leles, Satu Pelaku Diamankan
Penjagaan Warga di Jembatan Cirahong Dihentikan Sementara, Pemdes Tegaskan Tak Ada Pungli
BGN Klarifikasi Motor Dinas MBG: Bukan 70 Ribu Unit, Baru 21.801 dan Belum Didistribusikan
Program elektrifikasi jalur kereta di sejumlah rute strategis seperti Jakarta-Rangkasbitung, Jakarta-Cikampek, dan Jakarta-Sukabumi tengah dipersiapkan guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Terkait dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, Dony menyampaikan bahwa kinerja BUMN secara umum masih relatif stabil.
Meski terjadi penurunan trafik di sektor penerbangan akibat pembatasan rute tertentu, dampaknya dinilai tidak signifikan terhadap kinerja keseluruhan BUMN.***
Penulis : Redaksi






