DN.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai memetakan aset lahan milik KAI di Bandung untuk pembangunan hunian berkonsep transit oriented development (TOD). Selasa (7/4/2026).
Dua lokasi yang menjadi fokus pengembangan berada di kawasan Laswi dan Kiaracondong, Kota Bandung.
“Setelah sebelumnya kami meninjau lokasi di Tanah Abang dan Kota Tua, hari ini kami melanjutkan ke Bandung, tepatnya di Kiaracondong dan Laswi,” ujar Maruarar kepada wartawan di Kiaracondong, Senin (6/4/2026).
Baca Juga:
Gaji ke-13 ASN Masih Dikaji, Menkeu: Belum Ada Keputusan Final
Bupati Subang Dukung Pengembangan Rebana, Siap Dorong Subang Jadi Pusat Industri
Prabowo Ambil Dua Langkah Strategis: Turunkan Biaya Haji dan Evaluasi Tambang Hutan
Menurut Maruarar, kedua lokasi tersebut dinilai sangat strategis dan berpotensi menjadi proyek percontohan pengembangan hunian berbasis TOD. Total luas lahan yang disiapkan mencapai sekitar 1,5 hektare.
“Ini akan menjadi contoh yang lengkap. Lokasinya sangat unik dan strategis, dengan luas sekitar 7.000 hingga 8.000 meter persegi,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, serta PT KAI terkait rencana pembangunan tersebut.
Dalam waktu dekat, tim gabungan akan dibentuk untuk menyusun konsep dasar proyek.
Baca Juga:
Polres Garut Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal di Leles, Satu Pelaku Diamankan
Penjagaan Warga di Jembatan Cirahong Dihentikan Sementara, Pemdes Tegaskan Tak Ada Pungli
BGN Klarifikasi Motor Dinas MBG: Bukan 70 Ribu Unit, Baru 21.801 dan Belum Didistribusikan
“Kami akan segera membentuk tim yang melibatkan kementerian, KAI, pemerintah daerah, dan balai terkait. Targetnya, pada tanggal 25 bulan ini sudah ada gambaran konsep dasar,” ujarnya.
Konsep hunian TOD yang dirancang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan, tempat ibadah, area parkir, serta fasilitas umum lainnya.
Dalam hal pembiayaan, Maruarar menyebutkan akan ada beberapa skema yang digunakan, termasuk pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pihak swasta dan yayasan.
“Ada komitmen dari perusahaan seperti Astra untuk turut serta melalui CSR. Selain itu, bisa juga menggunakan skema komersial, dan tentunya tetap berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” jelasnya.
Baca Juga:
Pemprov Jabar Sepakati Proyek Sampah Jadi Listrik, Dimulai di Sarimukti dan Bogor
Presiden Prabowo Percepat Restrukturisasi BUMN, Target Rampung 2026
Humas Polda Jabar: Polres Subang Bongkar Pabrik Pestisida Palsu, 3 Pelaku Ditangkap
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan pihaknya tengah melakukan penghitungan unit hunian yang akan dibangun dalam kawasan terintegrasi tersebut.
“Konsepnya TOD, sehingga nantinya kawasan ini akan terintegrasi dengan fasilitas bisnis dan umum. Detailnya akan kami paparkan pada pertemuan tanggal 25,” kata Bobby.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan TOD akan mencakup area hunian, bisnis, serta ruang publik yang terintegrasi dengan transportasi, guna meningkatkan kemudahan akses bagi masyarakat.***
Penulis : Redaksi






