DN.com – Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
Keputusan ini menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadan tahun ini. Rabu (18/2/2026).
Dengan ditetapkannya awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026, maka salat sunat tarawih pertama akan dilaksanakan pada Rabu malam, 18 Februari 2026.
Baca Juga:
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Momen ini tentu menjadi kabar yang dinantikan umat Muslim, karena Ramadan adalah bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat.
Sidang Isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Penetapan dilakukan melalui:
– Pemantauan Hilal (Rukyatul Hilal) : Pengamatan langsung bulan sabit untuk menentukan awal bulan Hijriah.
– Perhitungan Astronomi (Hisab) : Perhitungan ilmiah posisi hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah.
Baca Juga:
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
– Musyawarah Bersama Para Ulama dan Pakar: Diskusi bersama para ahli untuk menentukan keputusan akhir.
Dengan proses tersebut, diharapkan keputusan yang diambil dapat menjadi rujukan bersama dan menjaga persatuan umat.
Mari sambut Ramadan dengan persiapan terbaik dalam meningkatkan ibadah kita.***
Penulis : A Rahmat
Editor : Redaksi






