Deltanusantara.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Rp 100 miliar untuk modal operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan uang tersebut digunakan untuk menopang operasional perawatan fasilitas Bandara Kertajati.
Dedi Mulyadi mengakui biaya operasional Bandara Kertajati tidak murah dan menyebut bandara tersebut sebagai aset mewah milik Pemprov Jabar.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
Saya berharap dengan suntikan dana tersebut, Bandara Kertajati dapat kembali ramai dan menjadi pusat industri dirgantara nasional,” jelasnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi berencana menjadikan BIJB Kertajati sebagai pusat industri dirgantara nasional, dengan merelokasi PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Pemindahan ini diharapkan dapat mendongkrak industri kedirgantaraan dan pertahanan dalam negeri, serta menghidupkan kembali penerbangan komersial.
Jadi, kalau di sana (Kertajati) sudah ramai, komersialnya ikut ramai. Kan kalau ramai dengan industri pertahanan, pesawat-pesawatnya banyak, maskapai pasti berminat juga,” kata Dedi.***
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Penulis : Redaksi






