DN.com – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menutup sementara tiga dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan pasca-keracunan 300 orang siswa. Kamis (29/1/2026).
Penutupan dilakukan hingga hasil uji laboratorium keluar dan investigasi mendalam dilakukan untuk mengetahui penyebab keracunan.
Wakil Ketua Satgas MBG Cianjur Arif Purnawan mengatakan, tiga mitra penyedia MBG yang ditutup adalah SPPG Sukagalih-Cikalongkulon, Sindangkerta 3 Pagelaran, dan Gandasari-Kadupandak.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
“Investigasi difokuskan pada pengecekan ulang mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga pengepakan,” katanya. Pada Rabu (28/1).
Tim dari Dinas Kesehatan Cianjur sudah diturunkan untuk mengambil sampel sisa makanan dan melakukan pemeriksaan kesehatan pada siswa yang terkena keracunan.
Jika terbukti ada kelalaian prosedur, pihak pengelola akan diberikan edukasi dan sanksi sebelum kembali diizinkan beroperasi.
Keracunan makanan ini terjadi setelah sekitar 300 orang siswa menyantap menu MBG yang dibagikan, dengan gejala pusing, mual, muntah, dan diare.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
Sebagian besar siswa sudah kembali pulang ke rumah setelah dinyatakan pulih dan tetap mendapat pengawasan dari tenaga kesehatan.***
Penulis : Redaksi






