DN.com – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menutup sementara tiga dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan pasca-keracunan 300 orang siswa. Kamis (29/1/2026).
Penutupan dilakukan hingga hasil uji laboratorium keluar dan investigasi mendalam dilakukan untuk mengetahui penyebab keracunan.
Wakil Ketua Satgas MBG Cianjur Arif Purnawan mengatakan, tiga mitra penyedia MBG yang ditutup adalah SPPG Sukagalih-Cikalongkulon, Sindangkerta 3 Pagelaran, dan Gandasari-Kadupandak.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
“Investigasi difokuskan pada pengecekan ulang mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga pengepakan,” katanya. Pada Rabu (28/1).
Tim dari Dinas Kesehatan Cianjur sudah diturunkan untuk mengambil sampel sisa makanan dan melakukan pemeriksaan kesehatan pada siswa yang terkena keracunan.
Jika terbukti ada kelalaian prosedur, pihak pengelola akan diberikan edukasi dan sanksi sebelum kembali diizinkan beroperasi.
Keracunan makanan ini terjadi setelah sekitar 300 orang siswa menyantap menu MBG yang dibagikan, dengan gejala pusing, mual, muntah, dan diare.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Sebagian besar siswa sudah kembali pulang ke rumah setelah dinyatakan pulih dan tetap mendapat pengawasan dari tenaga kesehatan.***
Penulis : Redaksi






