Deltanusantara.com – Polda Jawa Barat melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus bergerak cepat untuk mengidentifikasi korban hilang akibat tanah longsor di Kecamatan Arjasari, Soreang, Kabupaten Bandung. Pada Senin, 8 Desember 2025.
Tim DVI sendiri berpusat di Puskesmas Nambo Arjasari untuk melakukan serangkaian prosedur identifikasi.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa tiga orang masih dalam status hilang Aisah (75 tahun), Citra (20 tahun), dan Arjuna (13 tahun).
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
“Kami memulai dengan pengumpulan data ante‑mortem dari keluarga, kemudian mengambil sampel DNA untuk pencocokan ilmiah,” jelas Kombes Hendra.
Sampel DNA diambil dari Ai Sutinah anak kandung Aisah sekaligus ibu Nn. Citra serta dari Eri Wartini, ibu kandung Arjuna. Data ini akan diproses bersama informasi ante mortem guna mempercepat identifikasi.
Tim DVI tetap berada di posko yang direkomendasikan Kapolres Bandung, siap bersiaga 24 jam penuh.
“Kami berkoordinasi dengan Tim SAR dan unit rescue untuk memastikan proses identifikasi berjalan sesuai jadwal, sehingga keluarga korban dapat segera mendapatkan kepastian,” tambah Kombes Hendra.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Upaya terpadu ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana dan memberikan kelegaan bagi keluarga yang menanti kabar tentang orang‑orang terkasih mereka.***
Penulis : Moh Asep
Editor : Gerry






