Deltanusantara.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Rp 100 miliar untuk modal operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan uang tersebut digunakan untuk menopang operasional perawatan fasilitas Bandara Kertajati.
Dedi Mulyadi mengakui biaya operasional Bandara Kertajati tidak murah dan menyebut bandara tersebut sebagai aset mewah milik Pemprov Jabar.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Saya berharap dengan suntikan dana tersebut, Bandara Kertajati dapat kembali ramai dan menjadi pusat industri dirgantara nasional,” jelasnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi berencana menjadikan BIJB Kertajati sebagai pusat industri dirgantara nasional, dengan merelokasi PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Pemindahan ini diharapkan dapat mendongkrak industri kedirgantaraan dan pertahanan dalam negeri, serta menghidupkan kembali penerbangan komersial.
Jadi, kalau di sana (Kertajati) sudah ramai, komersialnya ikut ramai. Kan kalau ramai dengan industri pertahanan, pesawat-pesawatnya banyak, maskapai pasti berminat juga,” kata Dedi.***
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Penulis : Redaksi






