Deltanusantara.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Rp 100 miliar untuk modal operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan uang tersebut digunakan untuk menopang operasional perawatan fasilitas Bandara Kertajati.
Dedi Mulyadi mengakui biaya operasional Bandara Kertajati tidak murah dan menyebut bandara tersebut sebagai aset mewah milik Pemprov Jabar.
Baca Juga:
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
Saya berharap dengan suntikan dana tersebut, Bandara Kertajati dapat kembali ramai dan menjadi pusat industri dirgantara nasional,” jelasnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi berencana menjadikan BIJB Kertajati sebagai pusat industri dirgantara nasional, dengan merelokasi PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Pemindahan ini diharapkan dapat mendongkrak industri kedirgantaraan dan pertahanan dalam negeri, serta menghidupkan kembali penerbangan komersial.
Jadi, kalau di sana (Kertajati) sudah ramai, komersialnya ikut ramai. Kan kalau ramai dengan industri pertahanan, pesawat-pesawatnya banyak, maskapai pasti berminat juga,” kata Dedi.***
Baca Juga:
Warga Panjalin Lor Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Sepak Bola
Polsek Pagaden Tangkap Remaja yang Posting Senjata Tajam untuk Ajakan Tawuran, Berikan Pembinaan
Siap Mudik Idul Fitri 2026? Polda Jabar Siapkan Hotline untuk Bantuan dan Informasi Lalu Lintas
Penulis : Redaksi






