Deltanusantara.com – Pemerintah Kabupaten Subang berharap percepatan pembangunan Smartpolitan dapat segera terwujud, yang dipastikan akan membawa manfaat besar bagi perekonomian daerah serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat Subang.
Atas hal tersebut, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, melakukan audiensi dengan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, di Kantor Kementerian PU, Jakarta.
Pertemuan ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Smartpolitan Subang dengan mengusulkan pembukaan exit tol sementara.
Bupati Subang didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang, H. Heri Sopandi, S.Sos., M.MPd.
Baca Juga:
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Krtisi Kebijakan KDM, Angkot dan Becak Libur, Apa Solusinya?
Ia menyampaikan bahwa keberadaan exit tol sementara di kawasan Smartpolitan sangat penting untuk mempercepat penyelesaian pembangunan pabrik yang akan menciptakan 18.000 lapangan kerja bagi masyarakat Subang.
“Kami mengajukan permintaan agar dibuka exit tol sementara di kawasan Smartpolitan. Ini sangat krusial agar pembangunan pabrik cepat selesai dan dampak positifnya segera dirasakan masyarakat dengan terserapnya tenaga kerja,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Rey juga turut mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, yang menegaskan bahwa kelancaran akses ke Smartpolitan merupakan kunci keberhasilan pengembangan kawasan tersebut.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah belum rampungnya proyek jalan tol Cipali-Patimban yang menjadi akses utama bagi kawasan industri tersebut.
“Bersama Pak Gubernur, kami mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi Smartpolitan, terutama terkait belum selesainya pembangunan jalan tol Cipali-Patimban,” tuturnya.
Baca Juga:
Warga Panjalin Lor Tolak Pembangunan KDMP di Lapangan Sepak Bola
Polsek Pagaden Tangkap Remaja yang Posting Senjata Tajam untuk Ajakan Tawuran, Berikan Pembinaan
Siap Mudik Idul Fitri 2026? Polda Jabar Siapkan Hotline untuk Bantuan dan Informasi Lalu Lintas
Rey mengapresiasi dukungan penuh dari Gubernur Jawa Barat dan Menteri Pekerjaan Umum, yang dalam pertemuan tersebut langsung memberikan solusi berupa pembukaan exit tol sementara di Cipeundeuy.
Ia optimis bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan dalam mendukung operasional KEK Smartpolitan Subang, yang digadang-gadang menjadi pusat industri kendaraan listrik terbesar di ASEAN.
“Alhamdulillah, solusi yang didapat adalah pembukaan exit tol di Cipeundeuy untuk mendukung kebutuhan pembangunan KEK.
Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Pak Menteri PU dan Pak Gubernur Jawa Barat yang sangat responsif dalam menangani permasalahan ini,” pungkasnya.*
Yuk! baca artikel Deltanusantara.com lainnya di GoogleNews.
Editor : Gerry
Sumber Berita : Diskominpo






