DN.com – Kirab Mahkota Binokasih akan menjadi agenda utama dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang digelar pada 8–9 Mei 2026 di Kabupaten Sumedang. Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini akan dimulai dari Sumedang, kemudian dilanjutkan ke Ciamis, Bogor, dan Bandung.
Perhelatan tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya Sunda sebagai fondasi pembangunan di Jawa Barat.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas kepercayaan dan dukungan dalam penyelenggaraan kirab tersebut.
Ia menuturkan, kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Tatar Sunda sekaligus Hari Jadi Sumedang, sehingga memiliki makna strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah.
“Milangkala Tatar Sunda akan dimulai di Kabupaten Sumedang pada 8–9 Mei.
Kegiatan ini mensinergikan antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Sumedang,” ujar Dony, Minggu (26/4/2026). Dikutif Sumedangkab.go.id.
Ia menjelaskan, kirab Mahkota Binokasih memiliki nilai historis yang mendalam. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa di wilayah Jawa Barat pernah berdiri kerajaan besar seperti Kerajaan Padjadjaran serta Kerajaan Sumedang Larang.
Lebih lanjut, Dony menuturkan bahwa Mahkota Binokasih yang saat ini tersimpan di Keraton Sumedang Larang merupakan simbol kebesaran kerajaan sekaligus warisan budaya yang sangat berharga.
Nama “Binokasih” sendiri bermakna “Sumber Kasih Sayang”, yang mencerminkan nilai luhur dalam kehidupan masyarakat Sunda.
Ia menegaskan, pelaksanaan kirab ini tidak hanya menjadi upaya pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana edukasi sejarah bagi masyarakat.
Menurutnya, pemahaman terhadap perjalanan sejarah sangat penting sebagai bahan refleksi dalam menentukan arah masa depan.
“Peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi cermin sejarah yang dapat dijadikan kompas kehidupan untuk masa depan,” pungkasnya.***
Penulis : Redaksi