DN.com – Rencana revitalisasi Taman Teuku Umar atau Taman Fitness di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menuai penolakan dari sejumlah warga sekitar.
Mereka khawatir penataan taman tersebut akan menghilangkan fasilitas bermain sepak bola yang selama ini digunakan warga. Dikutip, Selasa (3/11/2026)
Menanggapi penolakan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta warga RW 09 dan RW 10 bermusyawarah dengan komunitas skateboard untuk mencari solusi terbaik terkait pemanfaatan lapangan.
Pemerintah Kota Bandung akan memfasilitasi pertemuan melalui pihak kelurahan dan kecamatan agar kedua pihak dapat mencapai kesepakatan bersama.
“Saya serahkan kepada warga. Warga RW 9, warga RW 10 silakan dibadamikeun (musyawarahkan) dengan komunitas skate,” kata Farhan saat ditemui di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Senin (2/11/2026).
Farhan menjelaskan, rencana penyediaan fasilitas bagi komunitas skateboard merupakan bagian dari komitmennya sejak 2016, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Wali Kota Bandung.
Ia mengaku pernah berjanji kepada komunitas skateboard untuk memperjuangkan penyediaan arena khusus. Setelah menjabat sebagai wali kota, kesempatan tersebut akhirnya diwujudkan melalui rencana penataan Taman Teuku Umar.
Namun, karena muncul keberatan dari warga sekitar, Farhan meminta agar rencana tersebut dibicarakan kembali melalui musyawarah.
“Saya sebagai orang Bandung dari tahun 2016, waktu saya belum jadi apa-apa, saya berjanji dengan teman-teman skate. Yuk, kita bikin lapangan itu.
Sepuluh tahun kemudian saya sudah jadi wali kota, saya tawarkan. Teman-teman skate setuju, tetapi warga tidak setuju. Maka, sok dibadamikeun (berembuk),” ujarnya.
Farhan Sebut Skateboard dan BMX Bandung Berprestasi Internasional
Farhan menilai komunitas skateboard dan BMX Kota Bandung layak mendapatkan perhatian pemerintah. Pasalnya, kedua komunitas tersebut telah menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.
“Kenapa komunitas skate perlu diperhatikan? Karena prestasinya sudah internasional. Skate dan BMX Kota Bandung prestasinya sudah internasional,” katanya.
Ia pun meminta Ketua RW 09, Ketua RW 10, serta perwakilan komunitas skateboard untuk mengikuti musyawarah yang akan difasilitasi pihak kelurahan dan kecamatan.
Farhan menegaskan, Pemkot Bandung akan mengikuti hasil kesepakatan yang dicapai melalui pembicaraan antara warga dan komunitas skateboard.
“Kalau sepakat, apa pun kesepakatan warga kami bikin,” tegasnya.
Anggaran Revitalisasi Capai Rp3 Miliar
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk penataan ulang Taman Teuku Umar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan, taman tersebut direncanakan menjadi kawasan olahraga yang dilengkapi fasilitas skateboard atau skatepark, sepatu roda, dan BMX.
Penataan ini juga bertujuan memindahkan arena skateboard lama yang berada di bawah Flyover Pasupati karena dinilai minim penerangan.
Sementara itu, Kepala DPKP Kota Bandung Lutfi Firdaus menjelaskan bahwa pembangunan arena skatepark hanya akan menggunakan sekitar 39 persen dari total luas lahan.
Adapun sisa lahan direncanakan untuk fasilitas olahraga dan ruang publik lainnya, seperti lapangan mini soccer atau futsal, jogging track, plaza warga, serta area duduk (seating area).
Dengan konsep tersebut, Pemkot Bandung berharap kebutuhan komunitas skateboard maupun warga yang selama ini memanfaatkan taman untuk berolahraga dan bermain sepak bola tetap dapat terakomodasi.***
Penulis : Redaksi