DN.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meresmikan kawasan Pasir Panyileukan yang berada di Jalan Tangkuban Parahu atau jalur Subang-Bandung, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Dikutip Kamis (5/11/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri, Bupati Subang, Bupati Bandung Barat dan Wali Kota Bandung sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kawasan wisata yang saling terintegrasi di wilayah Jawa Barat.
Kawasan Pasir Panyileukan yang sebelumnya dipadati bangunan liar dan terkesan kumuh kini mengalami penataan. Area tersebut disulap menjadi kawasan yang lebih tertata dengan kehadiran taman serta sejumlah spot foto yang dapat dimanfaatkan wisatawan.
Penataan juga mencakup perbaikan infrastruktur jalan dan drainase. Dengan kondisi kawasan yang lebih bersih dan tertata, Pasir Panyileukan diharapkan menjadi salah satu titik persinggahan wisatawan yang melintasi jalur Subang-Bandung, sekaligus menawarkan pemandangan hamparan perkebunan teh.
Usai peresmian, Gubernur Jawa Barat bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan memantau kondisi ruas Jalan Raya Subang-Bandung.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menyampaikan pentingnya membangun konektivitas wisata antara Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.
Ia menyarankan agar wisatawan yang berkunjung ke kawasan Lembang tidak hanya terpusat di satu wilayah, tetapi juga diarahkan untuk menikmati destinasi wisata di daerah sekitarnya.
“Kalau mau ngadem ke Lembang, dari Lembang ke Subang, biar tiga daerah ini saling menunjang dan saling mendukung,” tuturnya, pada Rabu (4/11/2026).
KDM menegaskan, pengembangan jalur wisata harus didukung infrastruktur yang memadai, kondisi jalan yang baik, serta penataan kawasan yang bebas dari bangunan liar.
Selain itu, ia juga mendorong adanya kerja sama antarpelaku usaha perhotelan. Dengan demikian, ketika tingkat hunian hotel di Kota Bandung penuh, wisatawan dapat diarahkan untuk menginap di hotel atau penginapan di wilayah sekitarnya.
Khusus di Kabupaten Subang, KDM meminta Bupati Reynaldy untuk mengembangkan kawasan bangunan Rumah Adat yang berada di sisi selatan dan tidak jauh dari Pasir Panyileukan menjadi fasilitas penginapan atau homestay.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan pendapatan warga melalui sektor pariwisata.
“Jalannya bagus, tempatnya bersih, ekonominya meningkat,” tegas KDM.***
Penulis : Redaksi