Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat Digenjot, Menteri KKP: Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan dilaksanakan di Lembur Pakuan Gubernur Jawa Barat, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Kegiatan dilaksanakan di Lembur Pakuan Gubernur Jawa Barat, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

 

DN.com – Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menerima kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Kunjungan tersebut dalam rangka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Lembur Pakuan Gubernur Jawa Barat, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, tersebut merupakan tindak lanjut percepatan Program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang Penetapan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Baca Juga:  Polda Jabar Peringati Hari Bela Negara: Profesionalisme & Integritas Jadi Prioritas

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pelaksanaan program prioritas nasional.

“Saya pergi ke kediamannya Kang Dedi Mulyadi dalam rangka pembangunan revitalisasi tambak Pantura agar program prioritas Presiden ini bisa segera berjalan dengan baik,” ujarnya.

Revitalisasi tambak Pantura memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah agar implementasinya tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

“Sebagai program prioritas pemerintah, pelaksanaan revitalisasi tambak Pantura tentu perlu sinergi yang baik antara pusat dan daerah,” jelasnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik langkah percepatan revitalisasi tambak Pantura yang dinilai akan membawa dampak besar bagi wilayah pesisir utara Jawa Barat.

“Ini adalah hal yang menggembirakan bagi warga Pantura karena ke depan Kementerian Kelautan akan melakukan revitalisasi terhadap tambak-tambak terlantar yang selama ini justru menjadi daerah yang sering terkena abrasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Desa Cisalak Gelar Musrenbang 2026, Fokus Pembangunan Ekonomi Lokal dan Layanan Publik

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, termasuk di Kabupaten Subang, dengan penyerapan tenaga kerja, peningkatan produktivitas sektor perikanan, dan pertumbuhan ekonomi.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru