100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

100 siswa dan guru di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengalami gejala yang diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (20/10/2026). Malam.

100 siswa dan guru di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengalami gejala yang diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (20/10/2026). Malam.

 

DN.com – Sebanyak 100 siswa dan guru di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengalami gejala yang diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (20/10/2026). Malam.

Para korban mengalami sejumlah keluhan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis di empat rumah sakit.

Korban berasal dari kalangan siswa tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), serta sejumlah guru. Gejala yang dialami meliputi mual, muntah, sakit perut, diare, hingga sesak napas. Dikutip Rabu (21/10/2026).

Baca Juga:  SPPG Cisalak Buka Ruang Evaluasi, Masukan Forkopimcam Jadi Bahan Perbaikan MBG

Untuk mendapatkan penanganan medis, para korban dibawa ke RS Siloam Putra Bahagia, RSD Gunung Jati, RS Ciremai, dan RS Cahaya Bunda. Sebagian korban yang telah menjalani pemeriksaan dan perawatan dilaporkan dalam kondisi baik.

Sementara itu, sebagai langkah awal penanganan, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara.

Baca Juga:  Polda Jabar Tangkap Pemuda Parongpong, Diduga Rakit Bom dan Sebar Tutorial di Grup WhatsApp

Penghentian operasional dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut sekaligus memastikan keamanan makanan yang disalurkan melalui program MBG.

Selain itu, sampel makanan telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa dan guru.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait keamanan dan kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG.

Baca Juga:  Polsek Cisalak Amankan Pemuda yang Diduga Gelapkan Motor Warga

Warga juga meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka serta memastikan adanya pertanggungjawaban apabila ditemukan kelalaian.

Hingga penyebab pasti kejadian tersebut diketahui melalui hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan, dugaan keracunan masih perlu dikonfirmasi oleh pihak berwenang.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum
Camat Tanjungsiang Rano Ingatkan ASN dan Panitia Pilkades: Jangan Berpihak kepada Calon
Hari Jadi ke-22 Propam Polri, Kapolda Jabar Hengki Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru