DN.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) di Kawasan Industri Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang, Dikutip. Senin (27/7/2026).
Pabrik tersebut menjadi fasilitas manufaktur pertama di Indonesia yang secara khusus memproduksi alat berat bertenaga listrik (electric heavy equipment).
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi mengatakan keberadaan industri alat berat di dalam negeri sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.
Pembangunan jalan, gedung, saluran air hingga berbagai fasilitas publik lainnya. “Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur,” jelasnya, pada Selasa (22/7/2026).
Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan produk impor.
Kami berharap regulasi dapat mendukung agar industri dapat mendistribusikan langsung kepada konsumen tanpa rantai perantara yang panjang, sehingga harganya lebih terjangkau,” ujar Dedi.
Menurutnya, efisiensi harga alat berat akan berdampak langsung pada penurunan biaya pembangunan infrastruktur.
Kondisi tersebut diyakini mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara, dunia usaha, serta berbagai sektor produksi lainnya.
Dedi juga menilai kehadiran LMMI akan memberikan efek berganda bagi perekonomian Jawa Barat, mulai dari meningkatnya investasi.
Bertambahnya pendapatan daerah, hingga terbukanya lapangan pekerjaan yang dapat mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” tuturnya.
“Peningkatan IPM akan berimplikasi langsung pada kesejahteraan masyarakat karena adanya kepastian pendapatan.
Namun masyarakat juga harus dibekali jiwa kewirausahaan, sehingga tidak hanya menjadi karyawan, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pengusaha,” tegasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menjaga keamanan, memberikan kepastian berusaha, serta menyiapkan infrastruktur pendukung guna mempertahankan posisi Jawa Barat sebagai daerah tujuan investasi.
Selain itu, Dedi menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov Jabar untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri tersebut.
“Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar segera mengidentifikasi siswa SMA dan SMK kelas XII untuk mengikuti pelatihan vokasi intensif selama enam hingga dua belas bulan.
Dengan begitu, saat lulus mereka sudah menjadi tenaga kerja terampil yang siap bekerja,” katanya.
Sebagai informasi, pembangunan pabrik LMMI di kawasan Indonesia Green Smart Industrial Park akan dilakukan dalam tiga tahap.
Pada fase pertama akan dibangun lini produksi ekskavator dan wheel loader listrik dengan kapasitas hingga 5.000 unit per tahun.Pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2027.***
Penulis : Redaksi