KPK Sita Uang Ratusan Miliar dalam OTT HGB Bogor, Nama Menteri ATR/BPN Disebut

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPK masih melakukan penghitungan terhadap uang yang diamankan serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.

KPK masih melakukan penghitungan terhadap uang yang diamankan serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.

 

DN.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai dalam jumlah ratusan miliar rupiah dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang berkaitan dengan proses pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, pada Senin (14/9/2026).

Informasi yang beredar menyebutkan, uang tersebut diduga berkaitan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid.

Berdasarkan informasi dari sumber yang diperoleh, uang tunai tersebut ditemukan di rumah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto atau Gus Arif yang berada di kawasan CitraGrand.

Baca Juga:  Subsidi CNG 3 Kg Diklaim Lebih Efisien, Hemat 30 - 40 Persen Dibanding LPG

Arif disebut sebagai salah satu pihak yang turut diamankan dalam OTT KPK. Ia juga dikabarkan mengaku berperan sebagai penghubung antara Nusron Wahid dengan pihak PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Namun, informasi mengenai dugaan kepemilikan uang tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh KPK.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo belum memberikan konfirmasi terkait dugaan keterkaitan uang yang ditemukan penyidik dengan Menteri ATR/BPN maupun pihak-pihak tertentu  dalam perkara tersebut.

Baca Juga:  KPK Ungkap Peran Guru dalam Dugaan Jual Beli Kursi Mahasiswa Unsoed

Budi hanya membenarkan bahwa dalam OTT tersebut, tim KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam mata uang rupiah dan valuta asing (valas).

“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Permudah Akses Bantuan Perumahan, Luncurkan Skema KUR dan Aplikasi “Imah Aing”

Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” ujar Budi. Dikutip Selasa (15/9/2026).

KPK masih melakukan penghitungan terhadap uang yang diamankan serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.

Hingga kini, KPK belum secara resmi mengungkap identitas seluruh pihak yang diamankan maupun memastikan pihak yang diduga terkait dengan uang tunai ratusan miliar rupiah tersebut.***

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh
Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima
Empat Pelajar Diduga Terlibat Pengeroyokan di Garut Diamankan Resmob Polda Jabar
KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon
Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara
27.099 Manajer Kopdes Merah Putih Teken Surat Penawaran, 1.051 Dilaporkan Mundur
Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Irjen Hengki Resmi Gantikan Pipit Rismanto di Jabar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Empat Pelajar Diduga Terlibat Pengeroyokan di Garut Diamankan Resmob Polda Jabar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara

Berita Terbaru