DN.com – Menyambut Hari Santri Nasional (HSN), Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang menggelar ziarah ke makam para muassis atau pendiri serta tokoh pejuang Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Subang. Sabtu
Kegiatan tersebut dihadiri para pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dari setiap kecamatan, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, serta Ansor dan Banser.
Ziarah ini bertujuan untuk mengenang jasa para kiai, ulama, dan pengurus NU terdahulu yang telah berjuang membangun serta membesarkan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Subang.
Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menanamkan nilai sejarah dan perjuangan kepada generasi penerus NU, khususnya para santri.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Subang, KH. M. Satibi, MM, menyampaikan bahwa ziarah tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengingat kembali jasa para ulama dan pejuang NU yang telah meletakkan fondasi perjuangan organisasi di Kabupaten Subang.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, seluruh kader dan warga Nahdlatul Ulama dapat meneladani perjuangan para pendahulu, menjaga persatuan, serta melanjutkan pengabdian NU kepada masyarakat.
“Para ulama dan pejuang NU terdahulu telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Nahdlatul Ulama. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menghormati jasa mereka, mengenang perjuangannya, dan meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan,” demikian pesan yang dapat disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua RMI NU Kabupaten Subang sekaligus Ketua FPP Kabupaten Subang, Ahmad Sobari Al Fauzi, S.Pd.I., MM.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan upaya untuk menjaga ingatan sejarah sekaligus memperkuat penghormatan generasi muda terhadap para ulama pendahulu.
Menurutnya, besarnya NU hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan para kiai, guru, dan pengurus yang telah mengabdikan diri untuk membangun organisasi di Kabupaten Subang.
“Tujuan kegiatan ini agar kita sebagai generasi penerus Nahdlatul Ulama tidak melupakan sejarah perjuangan para pendahulu.
Kita perlu mengenal dan mengingat kembali jasa para kiai, guru, serta pengurus NU yang telah berjuang sehingga NU dapat berkembang seperti sekarang,” ujarnya.
Ahmad Sobari juga mengajak para santri untuk senantiasa menghormati guru dan ulama, menjaga adab, serta meneruskan perjuangan para pendahulu dengan penuh tanggung jawab.
Ia mengingatkan bahwa penghormatan kepada para ulama tidak berhenti ketika mereka telah wafat. Para santri dan warga NU diharapkan tetap mendoakan serta menziarahi makam para kiai dan guru sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka.
“Kami berharap para santri selalu mengingat sejarah dan mengenal para tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi Nahdlatul Ulama, khususnya di Kabupaten Subang. Jadilah generasi penerus yang menghormati ulama, menjaga tradisi, dan melanjutkan perjuangan mereka,” tambahnya.
Melalui kegiatan ziarah tersebut, PCNU dan RMI NU Kabupaten Subang berharap semangat perjuangan para ulama terdahulu terus hidup di kalangan generasi muda, sejalan dengan momentum peringatan Hari Santri Nasional.
Selamat Hari Santri Nasional. Semoga para santri senantiasa menjadi generasi penerus ulama yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjaga dan melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama,”ucap Ahmad Sobari.***
Penulis : Gr