DN.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Edi Askari, M.M., merealisasikan program “DPRD Jabar Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” dengan mengunjungi Madrasah Aliyah (MA) Al-Istiqomah Tanjungsiang, Kabupaten Subang.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 MA Al-Istiqomah Tanjungsiang tersebut bertujuan memberikan pembekalan politik positif sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai demokrasi bagi para pelajar, khususnya sebagai pemilih pemula. Jum’at (16/10/2026).
Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) XI yang meliputi Kabupaten Subang, Sumedang, dan Majalengka, Edi Askari menegaskan pentingnya menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pendidikan demokrasi bukan sekadar mengajarkan tata cara pemilihan umum, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang mampu menghargai perbedaan, berpikir kritis, dan bertanggung jawab.
“Generasi muda, khususnya para siswa di MA Al-Istiqomah Tanjungsiang, adalah pilar masa depan bangsa. Melalui program DPRD Jabar Mengabdi ini, kami ingin memastikan mereka tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku demokrasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ujar Edi Askari di hadapan para siswa dan guru.
Dalam pemaparannya, Edi Askari membahas konsep kepemimpinan dalam Islam serta perbandingannya dengan konsep kepemimpinan kontemporer. Ia mengajak para siswa memahami bahwa demokrasi harus menempatkan rakyat sebagai bagian penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan publik.
Menurutnya, demokrasi tidak hanya terbatas pada proses pemilihan presiden, anggota DPR, kepala daerah, maupun kepala desa. Lebih dari itu, demokrasi juga harus diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama.
Ia menjelaskan, kualitas demokrasi sangat dipengaruhi oleh dua faktor penting, yakni tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat. Kedua faktor tersebut dinilai berperan dalam membentuk pola pikir masyarakat ketika menentukan pilihan politik.
Edi Askari menyoroti masih adanya masyarakat yang menentukan pilihan berdasarkan keuntungan materi tanpa mempertimbangkan kapasitas, kapabilitas, integritas, dan program kerja calon pemimpin.
Fenomena tersebut, menurutnya, menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Praktik politik uang, termasuk yang dikenal dengan istilah serangan fajar dalam kontestasi pemilihan kepala desa maupun pemilihan kepala daerah, dapat mengurangi kualitas demokrasi dan menghambat lahirnya kepemimpinan yang berintegritas.
Karena itu, ia menilai pendidikan politik perlu diperkuat agar masyarakat mampu menggunakan hak pilih secara rasional dan bertanggung jawab.
Selain membahas demokrasi prosedural, Edi Askari juga menjelaskan demokrasi substansial. Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak cukup hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umum, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat terlibat dalam proses pengambilan keputusan serta merasakan manfaat kebijakan pemerintah.
“Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam demokrasi. Dengan keterlibatan yang luas, diharapkan demokrasi dapat berjalan sesuai dengan harapan dan kepentingan rakyat,” menjadi salah satu pesan utama dalam pemaparannya.
Dorong Peningkatan Pendidikan Masyarakat
Perluasan akses pendidikan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat fondasi demokrasi.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), termasuk program pendidikan kesetaraan Paket C bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki akses pendidikan lebih baik diharapkan mampu memahami persoalan publik, menilai calon pemimpin secara objektif, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.
Al-Qur’an sebagai Pedoman dan Dorong Kemajuan Ilmu Pengetahuan
Pada bagian akhir pemaparannya, Edi Askari menekankan pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman kehidupan umat Islam.
Ia mengajak para siswa memahami ajaran Islam secara menyeluruh, termasuk dalam membangun karakter kepemimpinan, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menghadapi perubahan zaman.
Ia juga menyinggung kontribusi para ilmuwan Muslim dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa lalu. Menurutnya, sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa umat Islam memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban dunia.
Selain itu, ia menyoroti perubahan tatanan global, termasuk perkembangan kekuatan ekonomi China dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berpotensi mengubah kehidupan masyarakat dunia.
Pihak Sekolah Apresiasi Program Pendidikan Demokrasi
Sementara itu, Kepala Sekolah MA Al-Istiqomah Tanjungsiang, Cucu Sulaeman menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan serta edukasi yang diberikan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara para siswa dan Edi Askari. Dalam sesi tersebut, para siswa berkesempatan menyampaikan pertanyaan mengenai dinamika pemerintahan, kepemimpinan, serta berbagai tantangan demokrasi pada masa kini.
Melalui program “DPRD Jabar Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi”, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap pemahaman politik generasi muda semakin meningkat,”katanya.
Dengan demikian, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.
Program edukasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan partisipasi politik generasi muda sekaligus memperkuat kehidupan demokrasi di Jawa Barat pada masa mendatang,” pungkasnya.***
Penulis : Redaksi