DN.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kegiatan pengabdian tersebut mencakup sejumlah wilayah kecamatan, di antaranya Kecamatan Tanjungsiang dan Kecamatan Cisalak.
Mahasiswa UPI yang ditempatkan di Kecamatan Tanjungsiang mulai hadir sejak 17 September 2026.
Kedatangan para mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Pemerintah Kecamatan Tanjungsiang di Kantor Kecamatan Tanjungsiang.
Selain Tanjungsiang dan Cisalak, kegiatan pengabdian mahasiswa UPI juga mencakup sejumlah wilayah lain di Kabupaten Subang, seperti Kecamatan Serangpanjang dan Kecamatan Sagalaherang.
Penempatan mahasiswa dilakukan melalui klaster kegiatan pengabdian sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya menjalankan program sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat serta ikut mengidentifikasi berbagai potensi dan persoalan yang ada di desa.
Program kegiatan yang dilaksanakan di antaranya menyasar bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, pertanian, pengembangan potensi lokal, serta kegiatan sektoral lainnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat desa.
Camat Tanjungsiang, Rano, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN UPI diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pengembangan potensi desa.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN UPI bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, membawa gagasan, inovasi, dan energi positif untuk membantu menjawab persoalan serta mengembangkan potensi desa,” ujar Rano saat dihubungi Deltanusantara.com, pada Senin (28/9/2026).
Menurutnya, kegiatan KKN diharapkan mampu memberikan manfaat yang tidak berhenti selama mahasiswa berada di lokasi, tetapi dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami ingin KKN ini meninggalkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Tanjungsiang.
Mahasiswa datang membawa ilmu, masyarakat memberikan pengalaman, keduanya kita satukan menjadi karya yang memberi manfaat nyata bagi desa,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menjadi ruang untuk bertukar pengetahuan, menggali potensi lokal, sekaligus melahirkan berbagai gagasan yang dapat mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.***
Penulis : Gr