DN.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pertanian berbasis ketahanan pangan.
Salah satu langkah nyata dilakukan dengan mengunjungi Lahan Pemberdayaan Pertanian dan Ketahanan Pangan milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Cimanggu Berkah Sejahtera VII di Kampung Cileat, Desa Cimanggu, Kecamatan Cisalak, Kamis (30/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Pemberdayaan Pertanian dan Ketahanan Pangan yang diikuti KPM PKH dan Bantuan Sembako bersama Karang Taruna, kader PKK, serta kader Posyandu Desa Cimanggu.
Program ini bertujuan mendorong penerima bantuan sosial menjadi lebih mandiri melalui kegiatan pertanian produktif.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Saeful Arifin, didampingi Camat Cisalak Drs. Aet Rudiatna, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Cisalak, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), SDM PKH sekaligus Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Cisalak, Kepala Desa Cimanggu beserta perangkat desa, pengurus KWT, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Di lokasi, rombongan meninjau berbagai komoditas pertanian yang dibudidayakan anggota KWT, mulai dari tanaman hortikultura, sayuran, tanaman pangan, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga pemanfaatan lahan pekarangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Saeful Arifin, mengapresiasi keberhasilan KWT Cimanggu Berkah Sejahtera VII dalam mengembangkan lahan produktif yang melibatkan KPM PKH.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para anggota Kelompok Wanita Tani yang telah membuktikan bahwa bantuan sosial dapat menjadi pintu masuk menuju pemberdayaan.
Program Keluarga Harapan tidak hanya bertujuan meningkatkan perlindungan sosial, tetapi juga mendorong lahirnya keluarga yang mandiri, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan melalui usaha yang berkelanjutan,” ujarnya. Pada Rabu (29/7).
Menurut Saeful, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara Dinas Sosial, Dinas Pertanian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping sosial, penyuluh pertanian, serta masyarakat dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Camat Cisalak, Aet Rudiatna, menilai Desa Cimanggu memiliki potensi besar menjadi kawasan percontohan pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian.
“Apa yang kita lihat hari ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghasilkan perubahan nyata. Saya berharap model pemberdayaan seperti ini dapat direplikasi di desa-desa lain sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Cisalak bersama Koordinator BPP memberikan arahan teknis kepada anggota kelompok mengenai peningkatan produktivitas lahan.
Penggunaan pupuk organik, pengendalian hama ramah lingkungan, pola tanam yang efektif, hingga strategi menjaga keberlanjutan produksi pertanian.
Kepala Desa Cimanggu, Nunung Nurhayati, menegaskan pemerintah desa akan terus mendukung pengembangan Kelompok Wanita Tani sebagai bagian dari program pembangunan desa.
“Kami bersyukur Desa Cimanggu mendapatkan perhatian dan pendampingan dari berbagai pihak.
Kehadiran Kepala Dinas Sosial beserta seluruh jajaran menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus mengembangkan pertanian sebagai sumber ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pendamping Sosial PKH Desa Cimanggu sekaligus Penata Layanan Operasional (PLO) Kecamatan Cisalak, Yosep Mardiana, menjelaskan bahwa lahan pemberdayaan tersebut merupakan hasil nyata dari proses pendampingan sosial kepada KPM PKH.
“Pendampingan sosial tidak hanya berorientasi pada tersalurkannya bantuan sosial, tetapi juga pada perubahan perilaku menuju kemandirian.
Melalui pemberdayaan pertanian, KPM didorong untuk mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, meningkatkan keterampilan, membangun usaha produktif, serta secara bertahap mencapai Graduasi Mandiri,” jelas Yosep.
Ia menambahkan, keberhasilan KWT Cimanggu Berkah Sejahtera VII merupakan buah kolaborasi berbagai pihak.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Sosial Kabupaten Subang, UPTD Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian, Pemerintah Kecamatan Cisalak, Pemerintah Desa Cimanggu, para penyuluh pertanian, pendamping sosial PKH, serta seluruh anggota KWT yang terus berkomitmen mengembangkan pertanian berbasis potensi lokal.
Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Subang,” tuturnya.
Selama peninjauan, rombongan juga berdialog langsung dengan anggota KWT mengenai pengembangan komoditas unggulan, pemanfaatan pekarangan rumah, peluang pemasaran hasil pertanian, hingga penguatan kelembagaan kelompok agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan seluruh area kebun, foto bersama, serta penegasan komitmen seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung program pemberdayaan sosial dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Melalui program ini, KWT Cimanggu Berkah Sejahtera VII diharapkan terus berkembang menjadi pusat pembelajaran sekaligus percontohan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Subang.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak keluarga yang mandiri, produktif, dan sejahtera, sekaligus mempercepat terwujudnya ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Subang.***
Penulis : Redaksi