DN.com – Polda Jawa Barat menggelar apel gelar pasukan sebagai bagian dari kesiapan Operasi Garuda Bhakti 2026 untuk mengamankan pelaksanaan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Apel digelar di Lapang Panahan Kompleks Stadion Si Jalak Harupat, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana menjelang berlangsungnya pertandingan internasional yang digelar di Jakarta dan Kabupaten Bandung.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan Operasi Garuda Bhakti 2026 difokuskan untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Tujuan digelarnya Operasi Garuda Bhakti 2026 ini adalah terkait dengan pengamanan Piala Asian Cup 2026, di mana lokasinya ada di dua stadion yaitu di Jakarta maupun di Jawa Barat,” ujar Hendra.
Untuk pengamanan di wilayah Jawa Barat, Polda Jabar menyiapkan sekitar 2.026 personel yang terdiri dari personel Polda Jabar, Polrestabes Bandung, Polresta Bandung, Polres Cimahi, serta unsur terkait lainnya.
Pengamanan tidak hanya dipusatkan di dalam stadion. Personel akan ditempatkan berdasarkan karakteristik dan tingkat kerawanan masing-masing wilayah, mulai dari area pertandingan, tribun penonton, lingkungan stadion, hingga kawasan di luar stadion.
Pengamanan Dibagi Empat Ring
Polda Jabar menerapkan pola pengamanan berlapis dengan membagi kawasan stadion ke dalam empat zona, yakni Ring 1, Ring 2, Ring 3, dan Ring 4.
Pada Ring 1, pengamanan utama dilakukan oleh steward. Polisi akan memberikan dukungan apabila terjadi situasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Untuk zona Ring 1 ini dilaksanakan oleh pengamanan steward yang nantinya apabila ada kejadian tertentu bisa memanggil atau meminta bantuan kepolisian,” jelas Hendra.
Selain area pertandingan, kepolisian juga menyiapkan pengamanan terhadap rangkaian kegiatan VVIP dan VIP, termasuk pengawalan serta pengaturan lalu lintas.
Pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas pemain, ofisial, tamu undangan, dan masyarakat menuju maupun meninggalkan lokasi pertandingan tetap berjalan lancar.
“Dalam salah satu pengawalan kita ada pengamanan VVIP dan VIP. Salah satu tujuan pengamanan itu adalah bagaimana kelancaran arus lalu lintas, baik menuju maupun dari lokasi ini.
Tentu saja kita akan lakukan pengamanan, baik itu pengawalan maupun pengamanan di jalan,” ungkapnya.
Penonton Tetap Diperiksa
Hendra mengatakan pemeriksaan terhadap penonton akan dilakukan sesuai standar pengamanan yang telah ditetapkan.
Pemeriksaan meliputi tiket maupun barang bawaan untuk memastikan keamanan selama pertandingan berlangsung.
Kepolisian juga mengantisipasi sejumlah potensi gangguan, termasuk kepadatan penonton, dinamika antarsuporter, serta gangguan terhadap kelancaran lalu lintas.
Polri secara nasional juga menyiapkan pengamanan terhadap jalur pergerakan tim, lokasi latihan, akomodasi, titik konsentrasi suporter, hingga kantong parkir.
Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pertandingan di Si Jalak Harupat dijadwalkan mulai 26 September 2026.
Hendra mengajak masyarakat Kabupaten Bandung dan Jawa Barat untuk turut menyaksikan pertandingan dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan.
“Untuk masyarakat Bandung, kita ada dua pertandingan yang selalu kita nanti. Yang pertama terkait dengan Persib, yang kedua adalah pertandingan kebanggaan kita di sini di Stadion Jalak Harupat.
Silakan nonton bersama di sini, kita nikmati, dan itu suatu kebanggaan buat kita semua,” pungkasnya.
Sementara itu, Polri secara keseluruhan mengerahkan 5.641 personel untuk pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung.
Operasi Garuda Bhakti 2026 berlangsung selama 16 hari, mulai 21 September hingga 6 Oktober 2026.***
Penulis : Moh Asep
Editor : GR