<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tanpa Amdal - Deltanusantara.com</title>
	<atom:link href="https://deltanusantara.com/tag/tanpa-amdal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://deltanusantara.com/tag/tanpa-amdal/</link>
	<description>Portal Berita Nasional</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 May 2025 05:28:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://deltanusantara.com/wp-content/uploads/2026/08/cropped-20260810_145308-32x32.png</url>
	<title>Tanpa Amdal - Deltanusantara.com</title>
	<link>https://deltanusantara.com/tag/tanpa-amdal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepala Bakamla: Persoalan Pagar Laut di Perairan Tangerang Bukanlah Hal yang Sulit untuk Diselesaikan</title>
		<link>https://deltanusantara.com/kepala-bakamla-persoalan-pagar-laut-di-perairan-tangerang-bukanlah-hal-yang-sulit-untuk-diselesaikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jan 2025 06:26:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[30 KM]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bakamla]]></category>
		<category><![CDATA[KKP RI]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pagar bambu]]></category>
		<category><![CDATA[pantai utara Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Tanpa Amdal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://deltanusantara.com/?p=4206</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Deltanusantara.com &#8211; Pagar bambu sepanjang lebih dari 30 kilometer berdiri kokoh, membelah lautan Di sepanjang pantai utara Tangerang. Meskipun dibangun dengan tujuan melindungi...</p>
<p>Artikel <a href="https://deltanusantara.com/kepala-bakamla-persoalan-pagar-laut-di-perairan-tangerang-bukanlah-hal-yang-sulit-untuk-diselesaikan/">Kepala Bakamla: Persoalan Pagar Laut di Perairan Tangerang Bukanlah Hal yang Sulit untuk Diselesaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://deltanusantara.com">Deltanusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Deltanusantara.com</strong> &#8211; Pagar bambu sepanjang lebih dari 30 kilometer berdiri kokoh, membelah lautan Di sepanjang pantai utara Tangerang.</p>
<p>Meskipun dibangun dengan tujuan melindungi daratan dari abrasi, justru hal ini memicu ketegangan di kalangan masyarakat pesisir dan nelayan. Kamis 16 Januari 2025.</p>
<p>Para nelayan yang sehari-harinya bergantung pada laut kini terhalang, terkepung oleh struktur yang lebih menyerupai penghalang daripada pelindung.</p>
<p>Kehadiran pagar bambu tersebut menjadi tanda tanya besar bagi nelayan, yang merasa akses mereka terhadap laut dibatasi.</p>
<p>Sontak saja pagar laut tersebut kini menjadi perbincangan publik dan sejumlah kalangan, hingga polemik pun semakin pelik.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Irvansyah menyatakan, persoalan mengenai pagar misterius di perairan Tangerang bukanlah hal yang sulit untuk diselesaikan.</p>
<p>Irvansyah menjelaskan, masalah pagar tersebut semestinya dapat diselesaikan dengan mudah, yakni dengan membongkarnya lalu mencari pihak-pihak yang memasangnya.</p>
<p>&#8220;Cuma pagar, robohkan, cari orangnya, bisa selesai, kan,&#8221; kata Irvansyah saat ditemui di Lapangan Proklamasi, pada Selasa (14/1/2025).</p>
<p>Menurutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saja mampu menyelesaikan masalah itu tanpa perlu melibatkan kementerian dan lembaga lain.</p>
<p>KLH Pastikan Pagar Laut Tangerang Sepanjang 30 Km tersebut tak punya Amdal (Analis Dampak Lingkungan).</p>
<p>&#8220;Saya kira dengan KKP saja bisa selesai. Itu sebenarnya tidak sulit, tidak perlu ramai-ramai untuk menyelesaikan,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Irvansyah menambahkan Bakamla RI tidak memiliki kewenangan dalam Undang-Undang untuk ikut membantu KKP menuntaskan permasalahan pagar laut tersebut.</p>
<p>Bukannya kami tidak mau menindak atau apa gitu, tetapi ini akan melangkahi kewenangan kementerian dan instansi lain.</p>
<p>Ada yang lebih berwenang dan punya Undang-Undang untuk menegakkan itu,” kata dia..</p>
<p>Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI telah menyegel pagar bambu yang berada di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (9/1/2025) pukul 16.30 WIB lalu.</p>
<p>Direktur Perencanaan Ruang Laut KKP RI, Suharyanto, mengatakan, penyegelan pagar tersebut dilakukan karena telah merugikan para nelayan serta dilakukan tanpa izin.</p>
<p>Setelah penyegelan, KKP akan tetap melakukan pengawasan yang dilakukan oleh Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan.</p>
<p>&#8220;Pastinya akan tetap diawasi. Untuk tugas tersebut di-handle langsung oleh Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan,&#8221; tegas dia.***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Simak update terbaru di Google News</p>
<p>https://www.deltanusantara.com</p>
<p>Artikel <a href="https://deltanusantara.com/kepala-bakamla-persoalan-pagar-laut-di-perairan-tangerang-bukanlah-hal-yang-sulit-untuk-diselesaikan/">Kepala Bakamla: Persoalan Pagar Laut di Perairan Tangerang Bukanlah Hal yang Sulit untuk Diselesaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://deltanusantara.com">Deltanusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
