<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemampuan Layanan - Deltanusantara.com</title>
	<atom:link href="https://deltanusantara.com/tag/kemampuan-layanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://deltanusantara.com/tag/kemampuan-layanan/</link>
	<description>Portal Berita Nasional</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Sep 2026 20:12:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://deltanusantara.com/wp-content/uploads/2026/08/cropped-20260810_145308-32x32.png</url>
	<title>Kemampuan Layanan - Deltanusantara.com</title>
	<link>https://deltanusantara.com/tag/kemampuan-layanan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jabar Uji Sistem Rujukan Baru: Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Penyakit dan Kemampuan Layanan</title>
		<link>https://deltanusantara.com/jabar-uji-sistem-rujukan-baru-pasien-bisa-langsung-ke-rs-sesuai-penyakit-dan-kemampuan-layanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 20:12:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Kemampuan Layanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Sistem Rujukan Baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://deltanusantara.com/?p=12688</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; DN.com &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menguji sistem rujukan kesehatan baru yang memungkinkan pasien langsung diarahkan ke rumah sakit berdasarkan jenis penyakit...</p>
<p>Artikel <a href="https://deltanusantara.com/jabar-uji-sistem-rujukan-baru-pasien-bisa-langsung-ke-rs-sesuai-penyakit-dan-kemampuan-layanan/">Jabar Uji Sistem Rujukan Baru: Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Penyakit dan Kemampuan Layanan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://deltanusantara.com">Deltanusantara.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>DN.com</strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menguji sistem rujukan kesehatan baru yang memungkinkan pasien langsung diarahkan ke rumah sakit berdasarkan jenis penyakit dan kemampuan layanan yang dibutuhkan. Dikutip, Rabu (30/9/2026).</p>
<p>Sistem tersebut diterapkan melalui Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP) di Kota Bandung.</p>
<p>Uji coba ini menjadi bagian dari reformasi layanan kesehatan yang juga mencakup Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Indonesian Diagnosis Related Group (iDRG).</p>
<p>Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, perubahan sistem rujukan diperlukan agar pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut tidak terlambat mendapatkan fasilitas kesehatan yang sesuai.</p>
<p>“Selama ini masyarakat kesulitan ketika datang ke Puskesmas, harus ke mana, keburu pasiennya tambah parah, tidak terselamatkan. Tapi nanti bisa langsung dirujuk berdasarkan kemampuan dan berdasarkan penyakitnya,” ujar Erwan.</p>
<p>Melalui RBKP, rujukan tidak lagi semata-mata mengikuti jenjang fasilitas kesehatan. Pasien akan diarahkan ke rumah sakit yang memiliki kemampuan pelayanan sesuai dengan penyakit yang dideritanya.</p>
<p>Misalnya, pasien yang membutuhkan penanganan penyakit jantung akan dirujuk ke rumah sakit dengan layanan jantung yang sesuai.</p>
<p>Begitu pula pasien kanker akan diarahkan ke fasilitas kesehatan yang memiliki kompetensi dalam penanganan kanker.</p>
<p>“Kalau yang kanker ya langsung ke RS yang ada penanganan kanker, yang jantung ya RS penanganan jantungnya,” kata Erwan.</p>
<p>Pemprov Jabar menargetkan uji coba di Kota Bandung dapat menjadi dasar untuk memperluas penerapan RBKP ke kabupaten/kota lainnya.</p>
<p>Sistem tersebut nantinya diharapkan dapat diterapkan pada 1.018 puskesmas yang tersebar di Jawa Barat.</p>
<p>Erwan bahkan mendorong agar evaluasi uji coba di Bandung dilakukan lebih cepat dari periode yang dirancang selama 12 bulan.</p>
<p>Menurutnya, keterhubungan antar-fasilitas kesehatan di Kota Bandung dapat mendukung percepatan penerapan sistem tersebut.</p>
<p>“Ini uji coba selama 12 bulan, tapi kami target karena ini kota besar dan kita juga sudah terkoneksi satu sama lain, tiga bulan juga Kota Bandung saya kira bisa,” ujarnya.</p>
<p>Bandung Jadi Salah Satu Lokasi Uji Coba</p>
<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, Kota Bandung menjadi salah satu dari empat daerah yang dipilih untuk menguji reformasi sistem jaminan kesehatan.</p>
<p>Tiga daerah lainnya adalah Kota Makassar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Muara Enim.</p>
<p>Kunta menjelaskan, sistem rujukan selama ini dilakukan secara berjenjang. Melalui skema baru, kemampuan pelayanan menjadi salah satu dasar dalam menentukan rumah sakit tujuan sehingga pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.</p>
<p>“Kalau penyakit saya jantung complicated, dia langsung ke RS yang punya layanan jantung utama. Sehingga masyarakat bisa langsung terlayani lebih baik. Tidak berjenjang dan tidak antre,” kata Kunta.</p>
<p>Selain RBKP, reformasi juga mencakup penerapan KRIS dengan 12 kriteria ruang rawat inap.</p>
<p>Di antaranya ketersediaan oksigen dan ventilator, kamar mandi di dalam ruangan, serta pembatasan maksimal empat tempat tidur dalam satu ruangan.</p>
<p>Sementara itu, iDRG disiapkan sebagai bagian dari reformasi sistem tarif dan klaim BPJS Kesehatan.</p>
<p>Sistem tersebut diarahkan agar pembiayaan pelayanan kesehatan dapat disesuaikan dengan jenis penyakit serta biaya pelayanan yang diberikan rumah sakit.</p>
<p>Kunta memastikan uji coba di Bandung mencakup seluruh wilayah kota dan melibatkan fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, termasuk puskesmas dan klinik.</p>
<p>Setelah proses uji coba dan evaluasi selama 12 bulan, sistem tersebut direncanakan menjadi bagian dari penerapan reformasi layanan kesehatan secara nasional.</p>
<p>“Kita akan realisasikan, nanti Perpresnya masih disempurnakan. Insyaallah kalau sudah diundangkan langsung kita lakukan uji di empat kota tadi,” ungkapnya.</p>
<p>Bagi Jawa Barat, uji coba di Bandung menjadi langkah awal untuk mengubah pola rujukan pasien.</p>
<p>Melalui sistem tersebut, pasien diharapkan dapat diarahkan sejak awal ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan medisnya.***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://deltanusantara.com/jabar-uji-sistem-rujukan-baru-pasien-bisa-langsung-ke-rs-sesuai-penyakit-dan-kemampuan-layanan/">Jabar Uji Sistem Rujukan Baru: Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Penyakit dan Kemampuan Layanan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://deltanusantara.com">Deltanusantara.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
