Dengan beragamnya kemampuan dan kompetensi peserta didik antar institusi edukasi, akan menyulitkan bagi sebuah instansi melihat tingkat kompetensi para calon karyawannya. Hal ini perlu dilakukan standarisasi kompetensi guna mempermudah mengukur tingkat kompetensi peserta didik. Sehingga pada akhirnya peserta didik juga mampu bersaing dengan peserta didik lainnya diluar institusi karena telah terstandarisasi secara nasional bahkan internasional.
Standar dan sertifikasi dapat dilakukan oleh badan yang resmi dari pemerintah atau dapat juga mengikuti standar sertifikasi di industri, yang sering juga disebut vendor certification. Untuk contoh yang terakhir (vendor certification), standar industri seperti sertifikat dari Microsoft merupakan standar sertifikasi yang diakui di seluruh dunia. Padahal standar ini dikeluarkan oleh perusahaan, bukan badan sertifikasi pemerintah. Memang pada intinya industrilah yang mengetahui standar yang dibutuhkan dalam kegiatan sehari-harinya.

